Jenewa, Sinata.id – Pemerintah Iran dan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan melanjutkan perundingan nuklir di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2/2026).
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari putaran pertama yang sebelumnya digelar di Oman pada 6 Februari 2026.
Media internasional melaporkan bahwa perundingan babak kedua akan berlangsung di Gedung Kedutaan Besar Oman di Jenewa. Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara delegasi AS dipimpin utusan khusus presiden, Steve Witkoff. Pertemuan tersebut juga melibatkan Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al-Busaidi sebagai mediator.
Menjelang perundingan, Araghchi terlebih dahulu bertemu dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, di Jenewa pada Senin (16/2/2026). Dalam keterangannya, Araghchi menyatakan Iran datang dengan niat mencapai kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan terlibat secara tidak langsung dalam proses negosiasi tersebut. Ia menyebut pembicaraan di Jenewa sebagai momen penting untuk menentukan arah hubungan kedua negara ke depan.
Trump sebelumnya menegaskan bahwa Washington menginginkan pembatasan program nuklir Iran. Ia juga mengingatkan kemungkinan langkah tegas apabila tidak tercapai kesepakatan. Bahkan, AS dikabarkan akan mengerahkan kelompok tempur kapal induk tambahan ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari langkah antisipatif.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Iran Majid Takht-Ravanchi menyatakan Teheran terbuka terhadap kompromi, dengan syarat AS menunjukkan itikad baik, termasuk melalui pelonggaran sanksi ekonomi yang selama ini membebani negaranya.
Iran tetap menegaskan haknya untuk memperkaya uranium sesuai kepentingan nasional. Perbedaan pandangan terkait isu tersebut menjadi tantangan utama dalam perundingan kali ini.
Pertemuan di Jenewa dipandang sebagai upaya diplomatik penting untuk meredakan ketegangan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hasil negosiasi ini dinilai akan sangat menentukan stabilitas kawasan dan masa depan kesepakatan nuklir Iran. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.