Washington, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan optimisme bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan kerangka kerja yang dapat ditandatangani dalam waktu dekat. Namun, pemerintah Iran dengan tegas membantah klaim tersebut dan menyebut belum ada kesepakatan final yang tercapai.
Dalam keterangannya di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa kedua pihak telah mencapai “penyelesaian besar” terkait konflik yang selama ini berlangsung. Ia juga menyebut dokumen kesepakatan sedang dipersiapkan dan berpotensi ditandatangani di Eropa dalam waktu dekat.
Trump menambahkan bahwa Wakil Presiden JD Vance kemungkinan akan mewakilinya dalam proses penandatanganan tersebut. Namun, ia tidak merinci lokasi maupun waktu pasti agenda tersebut.
Iran Bantah Ada Kesepakatan Final
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa belum ada kesepakatan yang difinalisasi. Menurutnya, sebagian besar draf memang telah dibahas, tetapi masih terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara kedua pihak.
Ia menyebut AS masih mengajukan tuntutan baru yang dinilai tidak sejalan dengan posisi Iran. Teheran menegaskan tidak akan mengubah “garis merah” yang telah ditetapkan dalam perundingan.
Ketegangan dan Proses Negosiasi Berulang
Trump berulang kali mengklaim bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat, namun perundingan sebelumnya kerap mengalami kebuntuan. Beberapa laporan menyebut klaim serupa telah disampaikan puluhan kali dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Iran menilai pernyataan tersebut masih bersifat spekulatif dan belum mencerminkan hasil negosiasi yang sebenarnya.
Latar Ketegangan di Timur Tengah
Hubungan AS dan Iran tetap berada dalam situasi tegang meski beberapa kali terjadi gencatan senjata terbatas sejak 2026. Kedua negara masih saling melontarkan serangan tidak langsung melalui sekutu regional masing-masing.
Ketegangan tersebut turut berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, termasuk jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
Dampak Global
Pernyataan Trump mengenai potensi kesepakatan sempat memengaruhi pasar energi global. Harga minyak Brent dilaporkan mengalami penurunan setelah kabar tersebut beredar, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap isu geopolitik di kawasan tersebut.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.