MENU
Turis Jepang Kini Bisa Bayar Langsung Pakai QRIS di Indonesia
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Turis Jepang Kini Bisa Bayar Langsung Pakai QRIS di Indonesia

R Editor : Redaksi Sinata | 18 Mar 2026 | 19:55 WIB
Turis Jepang Kini Bisa Bayar Langsung Pakai QRIS di Indonesia
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Kabar besar datang dari sistem pembayaran digital Indonesia. Wisatawan asal Jepang kini resmi bisa bertransaksi di Tanah Air menggunakan QR code dari negaranya sendiri, berkat integrasi sistem QRIS lintas negara.

Bank Indonesia memastikan, kerja sama ini telah memasuki tahap krusial setelah mendapatkan izin operasional di Jepang. Dengan begitu, wisatawan Jepang tidak lagi perlu menukar uang fisik saat berbelanja di Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan perubahan besar ini.

“Orang Jepang yang datang ke Indonesia… bisa menggunakan QR di merchant-merchant Indonesia,” ujarnya, dikutip Rabu (18/3/2026).

Sebelumnya, sistem ini hanya berjalan satu arah. Artinya, wisatawan Indonesia sudah bisa bertransaksi di Jepang menggunakan QRIS, tetapi belum berlaku sebaliknya.

Kini, setelah lisensi diterbitkan, skema tersebut berubah menjadi dua arah atau two-way system.

Dengan integrasi ini, wisatawan Jepang cukup menggunakan aplikasi pembayaran mereka, baik mobile banking maupun e-wallet, untuk memindai QRIS di Indonesia.

Tidak ada lagi kebutuhan konversi mata uang secara manual.

Implementasi ini diproyeksikan menjadi dorongan besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi digital Indonesia.

Dengan sistem pembayaran yang lebih praktis, wisatawan asing bisa bertransaksi dengan cepat, aman, dan tanpa hambatan.

QRIS sendiri merupakan standar pembayaran nasional berbasis QR yang mengintegrasikan berbagai layanan keuangan digital dalam satu sistem.

Saat ini, jutaan merchant di Indonesia sudah terhubung dengan QRIS, membuat ekosistem transaksi digital semakin luas.

Kerja sama dengan Jepang hanyalah bagian dari ekspansi besar.

Bank Indonesia juga tengah menyiapkan implementasi serupa dengan negara lain seperti China dan Korea Selatan dalam waktu dekat.

Langkah ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk menjadi pusat konektivitas pembayaran digital di kawasan Asia. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.