MENU
Ukraina, AS, dan Rusia Gelar Pertemuan Trilateral Perdana Sejak 2022
WA FB
Dunia

Ukraina, AS, dan Rusia Gelar Pertemuan Trilateral Perdana Sejak 2022

J Editor : Jansen Siahaan | 24 Jan 2026 | 11:12 WIB
Ukraina, AS, dan Rusia Gelar Pertemuan Trilateral Perdana Sejak 2022
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu Presiden AS Donald Trump. (reuters)

Abu Dhabi, Sinata.id – Delegasi Ukraina, Amerika Serikat (AS), dan Rusia menggelar pertemuan trilateral di Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (23/1/2026).

Pertemuan ini menjadi yang pertama kalinya dihadiri seluruh pihak sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022.

Penasihat Kremlin, Yury Ushakov, mengonfirmasi partisipasi Rusia dalam kelompok kerja trilateral yang membahas isu keamanan di Abu Dhabi. Pernyataan tersebut sekaligus menguatkan informasi sebelumnya yang disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pertemuan ini berlangsung setelah utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama lebih dari tiga jam pada Kamis (22/1/2026) malam.

“Moskow akan terus mengejar tujuannya melalui medan tempur hingga kesepakatan tercapai,” ujar Ushakov.

Hingga kini, upaya AS untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun itu belum membuahkan hasil. Tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan wilayah yang diklaim Moskow masih menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.

Saat ini, Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk hampir seluruh Luhansk serta sebagian wilayah Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Kremlin menuntut Ukraina menyerahkan sepenuhnya empat oblast tersebut, meski belum seluruhnya berada di bawah kendali Rusia.

Pihak Kremlin menyatakan pertemuan trilateral dapat dilanjutkan pada Sabtu apabila diperlukan. Selain itu, utusan khusus Presiden Putin untuk kerja sama ekonomi, Kirill Dmitriev, dijadwalkan menggelar pertemuan terpisah dengan Steve Witkoff untuk membahas isu ekonomi.

Sementara itu, delegasi Ukraina dipimpin oleh negosiator utama Rustem Umerov, didampingi pejabat Kantor Presiden serta Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina Andrii Hnatov. Hingga berita ini diturunkan, pihak AS belum memberikan pernyataan resmi terkait pertemuan tersebut.

Di tengah berlangsungnya upaya diplomatik, Rusia juga mengirimkan sinyal kekuatan militer dengan melakukan patroli pesawat pembom jarak jauh selama sekitar lima jam di atas Laut Baltik pada Kamis.

Sebelumnya, Witkoff menyatakan bahwa proses negosiasi kini “tinggal menyisakan satu isu utama”. Seorang pejabat Eropa mengonfirmasi bahwa isu yang dimaksud berkaitan langsung dengan persoalan wilayah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.