MENU
Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Kerahkan 500 Orang Ikut Aks...
WA FB
Pematangsiantar

Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Kerahkan 500 Orang Ikut Aksi Tutup TPL

R Editor : Redaksi Sinata | 10 Nov 2025 | 09:28 WIB
Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Kerahkan 500 Orang Ikut Aksi Tutup TPL
Rombongan dari Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar bersiap menuju Medan ikut aksi damai tutup TPL. (Foto: Hendrik/Sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id - Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) mengerahkan 500 orang ikut aksi damai tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang digelar Senin (10/11/2025) di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan.

Wakil Rektor II UHKBPNP, Hendra Simanjuntak, mengatakan keterlibatan universitas merupakan bentuk solidaritas terhadap apa yang dirasakan masyarakat. Termasuk adanya dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum suruhan PT TPL.

"Bagaimana kejamnya PT TPL tentang perlakuan mereka terhadap masyarakat, terutama di daerah-daerah konsesinya," ucap Hendra.

"UHKBPNP mengerahkan sekitar 500 orang untuk bergabung dan mendukung aksi protes tersebut," ucap Hendra.

Ia menilai perusahaan itu sudah sangat banyak menyebabkan kerusakan alam yang mengakibatkan banyaknya penebangan hutan.

Hendra berharap agar aksi tersebut dapat berlangsung dengan damai dan tertib. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga situasi yang kondusif.

"Bagaimana pun juga, kita adalah masyarakat Sumut, mari kita tetap jaga kekondusifan," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sinata.id, aksi ini diinisiasi oleh Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis Keadilan Ekologis Sumatera Utara.

Sekretariat bersama ini merupakan gabungan dari masyarakat dan sejumlah pimpinan lintas gereja dan organisasi , seperti HKBP, Katolik, HKI, GAMKI dan lainnya. Tuntutan utama dari aksi ini adalah penutupan operasi PT TPL. (SN14).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.