Pematangsiantar, Sinata.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau melalui laman Logam Mulia pada Minggu, 4 Januari 2026, terpantau stabil di angka Rp2.488.000 per gram, sama dengan harga perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam juga tidak mengalami perubahan, yakni berada di level Rp2.346.000 per gram.
Sesuai ketentuan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi penjualan emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Untuk penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai buyback.
Adapun untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, yang dibuktikan dengan bukti potong pajak.
Daftar Harga Emas Batangan Antam (Minggu, 4 Januari 2026)
0,5 gram: Rp1.294.000
1 gram: Rp2.488.000
2 gram: Rp4.916.000
3 gram: Rp7.349.000
5 gram: Rp12.215.000
10 gram: Rp24.375.000
25 gram: Rp60.812.000
50 gram: Rp121.545.000
100 gram: Rp243.012.000
250 gram: Rp607.265.000
500 gram: Rp1.214.320.000
1.000 gram: Rp2.428.600.000
Harga Emas Digital Hari Ini
Selain emas fisik, emas digital juga menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan variasi tipis di sejumlah platform. Minat masyarakat terhadap emas digital terus meningkat karena kemudahan akses, fleksibilitas transaksi, serta pembelian yang dapat dimulai dari nominal kecil.
Berikut pembaruan harga emas digital dari beberapa platform:
PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas)
Harga beli: Rp2.385.000 per gram
Harga jual: Rp2.326.000 per gram
PT Indogold Makmur Sejahtera (IndoGold)
Harga beli: Rp2.384.606 per gram
Harga jual: Rp2.327.500 per gram
PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)
Harga beli: Rp2.431.456 per gram
Harga jual: Rp2.351.343 per gram
PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)
Harga beli: Rp2.450.000 per gram
Harga jual: Rp2.394.000 per gram
Tren Harga Emas Awal 2026
Secara umum, harga emas batangan 24 karat di Indonesia mengalami koreksi pada awal Januari 2026, baik di Antam, Pegadaian, maupun platform digital. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh dinamika harga emas global dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian investor. Sebagian melihatnya sebagai peluang akumulasi, sementara lainnya mempertimbangkan strategi investasi yang lebih konservatif. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau harga dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.