Pematangsiantar, Sinata.id – Usai melakukan konsolidasi dan pematangan rencana, Aliansi Mahasiswa-Masyarakat menyatakan kesiapan untuk menggelar aksi turun ke jalan (unjuk rasa), besok, Senin 1 September 2025.
Dari konsolidasi di Universitas Simalungun (USI), Sabtu 30 Agustus 2025, Koordinator Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa-Masyarakat diamanahkan kepada Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum USI, Dibar.
Aliansi Mahasiswa-Masyarakat berasal dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) USI, Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar, STIKOM dan Gerilyawan.
Sedangkan massa BEM USI berasal dari BEM Fakultas Hukum, BEM Fakultas Pertanian dan BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Dikatakan Dibar, pada aksi besok, aliansi berharap mampu menurunkan massa sekira 800 orang. Estimasi 800 orang diperoleh, setelah pematangan rencana aksi di Cafetaria USI, Minggu 31 Agustus 2025, dilakukan.
“Untuk estimasi massa, kita itu sekitar 800 orang,” ucap Dibar, lalu menambahkan, sasaran aksi Markas Polres Pematangsiantar dan Kantor DPRD Pematangsiantar.
“Untuk aksi hari Senin (besok) kan, kita ada beberapa elemen yang akan turun. Kita tidak mau adanya nanti bentrokan dengan aliansi massa yang lain,” katanya.
Samuel dari Gerilyawan mengatakan, pada aksi nanti, Aliansi Mahasiswa-Masyarakat akan menyampaikan 7 poin tuntutan, diantaranya:
1. Batalkan dan hapuskan tunjangan mewah DPR
2. Sahkan RUU perampasan aset
3. Batalkan kenaikan NJOP
4. Bebaskan pihak-pihak yang ditangkap dalam kaitannya dengan penyampaian aspirasi masyarakat
5. Berikan standar gaji yang layak kepada seluruh guru di Indonesia.
6. Mengecam keras tindakan represif aparat
7. Transparansi keadilan hukum kepada Almarhum Affan.
Lebih lanjut Ketua BEM Ekonomi, Fauzan menyebut, saat aksi, massa akan melakukan long march. Dari titik kumpul di USI, lalu bertemu massa lainnya di STIKOM, kemudian berjalan kaki ke sasaran aksi unjuk rasa. (SN15)