Individu dengan kondisi tertentu, seperti HIV
Namun, vaksin tidak dianjurkan bagi individu dengan riwayat alergi berat (anafilaksis) terhadap komponen vaksin. Selain itu, pemberian vaksin pada ibu hamil umumnya ditunda karena keterbatasan data penelitian.
Penjelasan Ahli
Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi, menegaskan bahwa vaksinasi HPV penting diberikan kepada laki-laki dan perempuan.
Menurutnya, infeksi HPV bersifat sangat umum dan hampir setiap individu berpotensi terpapar setidaknya sekali dalam hidup.
Ia menjelaskan, sebagian besar infeksi HPV memang dapat sembuh sendiri dalam 1–2 tahun. Namun, infeksi berulang atau kondisi daya tahan tubuh yang menurun dapat menyebabkan infeksi menetap dan berkembang menjadi kanker.
HPV dapat menular tidak hanya melalui hubungan seksual, tetapi juga melalui kontak kulit ke kulit atau selaput lendir, termasuk melalui area mulut.
HPV adalah virus yang umum, sering kali tanpa gejala, tetapi berpotensi menyebabkan kanker serius. Vaksin HPV menjadi langkah pencegahan yang efektif, aman, dan terbukti mampu menurunkan risiko kanker hingga 90 persen.
Mengabaikan vaksinasi HPV berarti melewatkan peluang besar untuk melindungi diri dari penyakit berbahaya di masa depan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.