Sydney, Sinata.id – Suasana pagi Idulfitri di Masjid Lakemba, Sydney, Jumat (20/3/2026), yang seharusnya berlangsung khidmat, berubah menjadi ajang protes terhadap Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.
Berdasarkan laporan media internasional, Albanese yang hadir bersama Menteri Dalam Negeri Tony Burke justru mendapat sorakan dari sejumlah jemaah. Beberapa di antaranya meneriakkan “keluar” serta menyebutnya sebagai “pendukung genosida”, merujuk pada ketidakpuasan terhadap sikap pemerintah Australia terkait konflik di Gaza.
Kronologi Kejadian
Pukul 08.00 WIB (waktu setempat) Albanese tiba di Masjid Lakemba. Sejak awal kedatangannya, suasana sudah terasa tegang. Sejumlah jemaah terlihat menunjukkan ekspresi tidak bersahabat dan melontarkan protes.
Pukul 08.15 WIB Ketegangan meningkat saat Albanese mencoba berbaur dengan jemaah. Teriakan mulai terdengar dari beberapa orang yang memprotes kebijakan pemerintah Australia, terutama terkait konflik di Timur Tengah dan pelarangan kelompok tertentu.
Pukul 08.30 WIB Situasi memanas ketika seorang demonstran diamankan oleh petugas setelah berteriak secara agresif. Petugas keamanan langsung mengeluarkan yang bersangkutan dari area masjid untuk meredam kericuhan.
Pukul 08.45 WIB Panitia masjid berupaya menenangkan suasana melalui pengeras suara. Mereka mengimbau jemaah untuk menjaga ketertiban dan menghormati momen Idulfitri. Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan.
Pukul 09.00 WIB Melihat kondisi yang tidak kondusif, Albanese memutuskan meninggalkan lokasi lebih awal. Ia keluar di tengah sorakan jemaah yang masih melanjutkan aksi protes.
Tanggapan Pemerintah
Usai kejadian, Albanese menyatakan bahwa secara keseluruhan kunjungannya tetap berjalan positif. Ia menilai protes yang terjadi hanya dilakukan oleh sebagian kecil dari total puluhan ribu jemaah yang hadir.
“Secara umum sambutannya tetap positif,” ujarnya kepada media.
Ia juga menduga protes tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang melarang organisasi ekstremis serta sikap Australia terhadap konflik di Gaza.
Latar Belakang Ketegangan
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Australia terkait konflik Timur Tengah. Sebagian komunitas Muslim mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak pada warga sipil Palestina.
Di sisi lain, pengelola Masjid Lakemba menegaskan bahwa undangan kepada perdana menteri merupakan bagian dari upaya membuka dialog dengan pemerintah, bukan bentuk dukungan terhadap kebijakan tertentu.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.