MENU
Wabah Flu Mengganas di AS: Jutaan Terinfeksi, Hampir 2.000 Orang Meni...
WA FB
Dunia

Wabah Flu Mengganas di AS: Jutaan Terinfeksi, Hampir 2.000 Orang Meninggal

R Editor : Redaksi Sinata | 24 Dec 2025 | 14:39 WIB
Wabah Flu Mengganas di AS: Jutaan  Terinfeksi, Hampir 2.000 Orang Meninggal
Ilustrasi wabah flu

Jakarta, Sinata.id - ​Amerika Serikat kini tengah berjuang menghadapi lonjakan kasus influenza yang kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), New York City resmi menjadi salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas gejala serupa flu (flu-like) tertinggi di negara tersebut.

​Skala Penyebaran Saat Ini ​Wabah ini tidak hanya berpusat di New York. Saat ini, 12 negara bagian—mulai dari Texas hingga Ohio dan Hawaii—telah memasuki level aktivitas sedang.

Sementara itu, estimasi dampak kumulatif musim flu kali ini sangat mencengangkan:

​Total Infeksi: Sedikitnya 4,6 juta kasus. ​Rawat Inap: Sekitar 49.000 pasien. ​Korban Jiwa: 1.900 kematian. ​Tantangan Mutasi: Varian Subclade K

​Para ilmuwan mengidentifikasi bahwa dominasi virus kali ini dipegang oleh virus Influenza tipe A (H3N2). Namun, ada tantangan medis yang muncul: Subclade K.

​Sekitar 90% sampel yang diuji secara genetik menunjukkan adanya mutasi pada varian ini. Masalahnya, mutasi tersebut menyebabkan mismatch atau ketidaksesuaian dengan komposisi vaksin flu yang didistribusikan musim ini.

​Vaksin: Masihkah Efektif? ​Meskipun ada ketidaksesuaian genetik, para ahli kesehatan menekankan bahwa masyarakat tidak boleh lengah.

John Brownstein, seorang epidemiolog terkemuka, menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi "perisai" utama.

​"Vaksin flu masih memberikan perlindungan kuat terhadap risiko kondisi berat, perawatan di rumah sakit, hingga kematian, terutama saat tren kasus sedang menanjak," ujar Brownstein via ABC News.

​Peringatan Dini untuk Anak-anak ​Duka menyelimuti laporan pekan ini dengan bertambahnya dua kematian anak, sehingga total korban jiwa di kalangan anak-anak menjadi tiga orang musim ini. Sebagai pengingat, musim lalu merupakan salah satu periode terburuk dengan 288 kematian anak, angka yang setara dengan krisis pandemi H1N1 pada tahun 2009 silam. []

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.