London, Sinata.id — Inggris mengeluarkan peringatan kesehatan masyarakat yang mendesak menyusul meningkatnya wabah meningitis mematikan di wilayah Inggris bagian tenggara.
Mahasiswa di Universitas Kent mengantre di sekitar kampus pada Rabu (18/3/2026) untuk menerima vaksinasi dan antibiotik setelah salah satu rekan mereka meninggal dunia pada awal pekan ini.
Wabah tersebut diidentifikasi sebagai strain meningitis B, yang umumnya menyebar melalui kontak dekat dan berkepanjangan.
Staf dan mahasiswa, sebagian mengenakan masker, terlihat mengantre untuk mendapatkan antibiotik di kampus Universitas Kent di Canterbury setelah wabah meningitis menyebabkan dua kematian pada 16 Maret 2026.
Wabah yang meluas ini diduga berasal dari sebuah klub malam di Canterbury. Setidaknya 20 kasus yang telah dikonfirmasi dan kasus suspek dari infeksi yang berpotensi mengancam jiwa tersebut tercatat di wilayah Kent dalam beberapa hari terakhir.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia, yakni seorang mahasiswa Universitas Kent dan seorang siswa sekolah menengah atas dari Faversham.
Selain itu, sedikitnya 11 orang lainnya telah dirawat di rumah sakit akibat infeksi tersebut.
Kepala Eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), Susan Hopkins, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki penyebab penyebaran cepat wabah tersebut.
“Kami melihat klaster sepanjang waktu, namun yang tidak biasa adalah ukuran klaster ini,” ujar Profesor Paul Hunter dari Norwich School of Medicine, University of East Anglia.
Program vaksinasi telah ditawarkan kepada sekitar 5.000 mahasiswa di Universitas Kent. Sejumlah mahasiswa bahkan dilaporkan memilih meninggalkan kota karena khawatir terhadap penyebaran wabah.
Apotek setempat juga mulai mencatat daftar tunggu bagi warga yang ingin mendapatkan vaksin meningitis.
Hingga saat ini, belum ditemukan kasus yang tidak terkait dengan klaster awal di Kent. Meski demikian, petugas kesehatan di seluruh Inggris telah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala infeksi.
Tentang Meningitis
Meningitis merupakan infeksi serius pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh bakteri atau virus dan dapat menular melalui batuk, bersin, atau kontak dekat seperti berciuman.
Gejala meningitis dapat muncul secara tiba-tiba, antara lain demam, sakit kepala, ruam, leher kaku, sensitivitas terhadap cahaya, kantuk, hingga kejang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.