Sinata.id - Nicole Cutler (28), seorang wanita asal Amerika Serikat, berbagi kisah perjuangannya melawan tumor otak berukuran besar yang didiagnosis setelah pendengarannya menghilang secara mendadak. Tumor yang besarnya disamakan dengan sebuah alpukat itu telah tumbuh di kepalanya selama kurang lebih 15 tahun.
Cerita ini berawal ketika Nicole sedang dalam perjalanan dari California ke Boston. Saat itu, pendengarannya tiba-tiba hilang. Kejadian tersebut memaksanya untuk segera memeriksakan diri dan menjalani MRI. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tumor besar yang kemudian mengharuskannya menjalani operasi.
“Saya menjalani tes pendengaran, tetapi tidak terdengar apapun. Hasil MRI menunjukkan saya punya tumor sebesar alpukat yang menekan otak saya. Itu momen yang sangat menakutkan,” cerita Nicole seperti dikutip dari NY Post, Senin (1/9/2025).
Operasi pertama berlangsung selama 12 jam. Namun, dokter hanya dapat mengangkat 50% massa tumor karena tumornya telah melilit saraf wajahnya. Nicole mengalami kelumpuhan sebagian pada sisi kanan tubuhnya selama enam bulan, di mana ia tidak dapat berjalan atau menggerakkan lengan kanannya.
Setelah pulih, ia harus menjalani rehabilitasi rawat jalan yang mencakup terapi wajah, terapi bicara, dan fisioterapi selama dua bulan.
Biopsi pascaoperasi mengungkapkan bahwa Nicole mengidap neuroma akustik besar, sejenis tumor jinak yang berkembang pada saraf pendengaran dan keseimbangan.
Nicole kemudian menyadari bahwa gejala-gejala seperti sering patah tulang saat kecil, vertigo, dan penurunan pendengaran yang dialaminya selama bertahun-tahun mulai masuk akal.
“Tumor itu tumbuh di kepala saya selama 15 tahun. Saya sering ceroboh saat kecil, sering patah tulang, mengalami vertigo, dan pendengaran saya makin berkurang. Semuanya sekarang masuk akal,” ujarnya.
Hingga tahun 2023, tumor tersebut tumbuh kembali. Nicole pun menjalani terapi radiasi yang ternyata tidak berhasil.
Pada Februari 2024, ia harus menjalani operasi darurat kedua untuk mengangkat lebih banyak tumor, disusul dengan prosedur cangkok saraf besar beberapa bulan kemudian.
“Dokter mengambil saraf sensorik dari kaki kiri untuk mencoba membangun kembali senyum saya. Itu berarti saya harus belajar berjalan lagi, kali ini dengan keterbatasan baru. Saya harus menjalani terapi wajah, tapi punya senyum yang benar-benar baru,” ceritanya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.