MENU
Warganet Curiga Aplikasi World App Modus Jual-Beli Biometrik Retina Ma...
WA FB
News

Warganet Curiga Aplikasi World App Modus Jual-Beli Biometrik Retina Mata Pengguna

R Editor : Redaksi Sinata | 05 May 2025 | 04:23 WIB
Warganet Curiga Aplikasi World App Modus Jual-Beli Biometrik Retina Mata Pengguna
Retina (Ilustrasi).

Sinata.id - World App tengah menjadi sorotan publik setelah menarik perhatian masyarakat luas karena menjanjikan imbalan dalam bentuk kripto World Coin bagi para pengguna yang mendaftar melalui aplikasinya.

Aplikasi World App

Popularitas aplikasi ini meningkat pesat karena World Coin yang diperoleh pengguna diklaim dapat dikonversi menjadi uang tunai. Hal inilah yang memicu gelombang antusiasme dari banyak pihak untuk bergabung dalam platform tersebut.

Namun di balik tawaran menarik tersebut, muncul kekhawatiran serius dari masyarakat. Salah satu prosedur yang diwajibkan oleh World App adalah pemindaian retina mata pengguna di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Prosedur ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan dan privasi data biometrik.

Perdebatan semakin menghangat setelah seorang warganet dengan akun @jackjackparrr menyampaikan pendapat kritisnya melalui media sosial X (sebelumnya Twitter) pada 3 Mei 2025. Dalam cuitannya, ia menilai bahwa kehadiran World App merupakan bentuk penetrasi asing yang secara terbuka melakukan jual beli data biometrik warga Indonesia.

“Selalu bicara soal ancaman asing, tapi ini nyata, kita sedang diserang secara terbuka. Data retina diperjualbelikan tanpa transparansi, sementara pemerintah belum bersuara, padahal cabangnya sudah tersebar luas dan masyarakat minim informasi,” tulisnya.

Ia juga menyebut bahwa World App telah diblokir di sejumlah negara, sementara di Indonesia aplikasi tersebut masih beroperasi bebas. Menurutnya, penyalahgunaan data biometrik retina dapat menimbulkan risiko besar di masa depan, khususnya ketika akses terhadap berbagai layanan penting semakin bergantung pada teknologi biometrik.

“Bayangkan beberapa tahun ke depan, semua akses menggunakan verifikasi retina, dan datanya sudah lebih dulu dijual ke pihak asing. Bisa terjadi penyalahgunaan terhadap data identitas pribadi, rekening bank, hingga asuransi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Mengutip informasi dari situs resmi World.org per 3 Mei 2025, saat ini telah tersedia 29 lokasi resmi di Indonesia untuk melakukan pemindaian retina guna keperluan verifikasi di World App. Lokasi-lokasi tersebut mencakup berbagai wilayah, antara lain:

  1. Pondok Gede

  2. Jatibening

  3. Kedoya

  4. Bundaran Senayan

  5. Palem Cengkareng

  6. Ciracas

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.