Sinata.id - Gelombang besar tengah mengguncang industri hiburan dunia. Warner Bros Discovery (WBD), rumah bagi deretan waralaba legendaris seperti Harry Potter, Game of Thrones, hingga The Lord of the Rings, resmi masuk ke meja penjualan. Kini, para raksasa dunia hiburan mulai bersiap untuk duel terbesar abad ini, perebutan mahkota emas Hollywood.
Kabar dikutip Sinata.id dari The Hollywood Reporter, Selasa (11/11/2025) menyebutkan, penawaran telah resmi dibuka dan bank-bank besar mulai bergerak cepat.
Namun satu pertanyaan besar masih menggantung di udara tentang siapa yang akan menjadi penguasa baru Warner Bros Discovery?
Apakah perusahaan ini akan dijual utuh, atau justru dipecah menjadi bagian-bagian berharga seperti studio film, layanan streaming, dan jaringan televisinya?
David Ellison: Penantang Paling Serius
CEO Skydance Media, David Ellison, disebut menjadi pemain paling agresif dalam perebutan ini.
Ellison disebut sudah menyiapkan strategi dan dukungan politik untuk memperlancar akuisisi.
Ia dikenal memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Donald Trump, yang bisa menjadi “jalur cepat” dalam urusan regulasi.
Jika perang harga terjadi, Ellison diyakini tak akan ragu mempermanis tawaran.
Ambisinya jelas, yakni menjadikan WBD sebagai jantung baru kekaisaran hiburannya.
Comcast: Raksasa Lama yang Ingin Bangkit
Sementara itu, Comcast juga tak tinggal diam.
Meski hubungan CEO-nya, Brian Roberts, dengan Trump tak begitu harmonis, Co-CEO Mike Cavanagh menyebut akuisisi WBD sebagai peluang “lebih realistis dari yang dibayangkan publik.”
Comcast diyakini tertarik pada dua aset utama WBD, studio film Warner Bros dan layanan streaming HBO Max.
Dua sektor ini dianggap sejalan dengan rencana ekspansi digital Comcast yang ingin bersaing langsung dengan Disney dan Netflix.
Netflix: Si Pembangun yang Kini Siap Membeli
Langkah Netflix mengejutkan banyak pihak.
Biasanya mereka lebih suka membangun, bukan membeli.
Namun kabar dari Reuters menyebut, Netflix telah menyewa firma keuangan Moelis & Co. untuk meninjau laporan keuangan WBD, sinyal kuat bahwa mereka tengah menyiapkan langkah besar.
Meski Ted Sarandos, Co-CEO Netflix, pernah menolak ide membeli jaringan TV tradisional, aset seperti studio Warner Bros dan kekayaan IP film klasik bisa menjadi magnet besar untuk memperluas katalog konten mereka.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.