MENU
Waspada! Ini Tanda Akun WhatsApp Disadap
WA FB
Sains & Teknologi

Waspada! Ini Tanda Akun WhatsApp Disadap

T Editor : Tumpal Pandapotan | 22 Jan 2026 | 04:33 WIB
Waspada! Ini Tanda Akun WhatsApp Disadap
WhatsApp

Pematangsiantar, Sinata.id - Penggunaan WhatsApp yang semakin luas dalam aktivitas sehari-hari meningkatkan risiko penyalahgunaan akun apabila keamanan digital tidak dijaga dengan baik.

Meski aplikasi  telah dilengkapi enkripsi end-to-end, penyadapan tetap dapat terjadi akibat kelalaian pengguna.

Sejumlah pakar keamanan digital menyebut, sebagian besar kasus penyadapan bukan disebabkan kebocoran sistem, melainkan kebiasaan online yang tidak aman.

Oleh karena itu, pengguna diminta mengenali tanda-tanda awal penyadapan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Salah satu indikasi awal adalah munculnya pesan berstatus terbaca atau terkirim tanpa dilakukan pemilik akun.

Kondisi tersebut dapat terjadi apabila akun diakses melalui perangkat lain, seperti WhatsApp Web, sehingga pihak lain dapat membaca, membalas, atau menghapus pesan secara jarak jauh.

Tanda lain dapat dilihat melalui menu “Linked Devices” yang menampilkan daftar perangkat terhubung.

Pengguna perlu mewaspadai keberadaan perangkat asing, sesi aktif yang tidak dikenali, atau waktu masuk yang tidak sesuai dengan aktivitas pribadi.

Perubahan pada foto profil, nama akun, atau informasi akun tanpa dilakukan pemilik juga menjadi indikasi bahwa kendali akun telah berpindah tangan.

Pada kondisi tersebut, pelaku tidak hanya memantau, tetapi dapat mengubah identitas untuk mendukung aksi penipuan.

Gejala teknis pada ponsel, seperti baterai cepat habis, perangkat terasa panas, atau kinerja melambat, turut menjadi sinyal adanya aplikasi berbahaya yang berjalan di latar belakang.

Pada beberapa kasus, penyadapan dilakukan melalui spyware atau malware yang memantau aktivitas pengguna.

Risiko semakin besar apabila kontak menerima pesan mencurigakan dari nomor korban, seperti permintaan transfer dana atau tautan penipuan.

Pada tahap ini, penyalahgunaan identitas telah terjadi dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial serta reputasi.

Untuk mencegah penyadapan, pengguna disarankan tidak membagikan kode verifikasi sekali pakai (OTP), mengaktifkan verifikasi dua langkah, memeriksa perangkat terhubung secara berkala, menghindari tautan tidak dikenal, serta memperbarui aplikasi dan sistem operasi secara rutin.

Kualitas koneksi internet juga disebut berpengaruh terhadap keamanan. Koneksi yang tidak stabil dapat meningkatkan risiko pengguna diarahkan ke halaman palsu saat melakukan verifikasi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.