Pematangsiantar, Sinata.id - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yakin prevalensi stunting di Kota Pematangsiantar dapat diturunkan. Rasa yakin itu disampaikan wali kota pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025 di Lapangan Haji Adam Malik, Jumat 12 Desember 2025.
Menurut Wesly, penurunan prevalensi stunting dapat dilakukan dengan komitmen yang kuat dan kerja sama semua sektor secara aktif dan serius. Lalu, juga dengan mengoptimalkan anggaran yang ada, serta semua pihak bergerak bersama dan berkolaborasi melakukan inovasi terbaik.
Saat ini Indonesia, sebut Wesly, sedang menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkan target dalam jangka menengah dan jangka panjang. Salah satunya, target Indonesia Emas (IE) Tahun 2045.
Untuk mewujudkan harapan dan target tersebut, maka diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, yang berasal dari unit terkecil yaitu keluarga, katanya.
"Kita ketahui, salah satu program prioritas nasional saat ini adalah penurunan stunting. Seluruh komponen bangsa harus berkolaborasi, bersinergi, dan berkonvergen untuk melakukan percepatan penurunan stunting, yang menitikberatkan pada peran keluarga," ujar Wesly.
Pada momen itu, wali kota mengajak untuk semangat dalam berjuang, serta optimis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat, demi membangun Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Pematangsiantar dr Aulia Sukri Sambas MKM dalam laporannya menyampaikan maksud pelaksanaan Peringatan Harganas.
Adapun maksudnya, sebut Aulia, sebagai upaya mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kota Pematangsiantar tentang pentingnya suatu keluarga. Di mana keluarga mempunyai peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
"Dari keluargalah kekuatan dalam pembangunan suatu bangsa akan muncul. Karena keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia," ujar Aulia.
Kemudian, juga untuk membangun keluarga menjadi keluarga yang bekerja keras dan mampu membenahi diri, guna mewujudkan keluarga sejahtera.
"Juga momen untuk memperkuat fungsi keluarga, di mana keluarga adalah tempat untuk memberikan perlindungan, kasih sayang, dan menjaga kesehatan setiap anggota keluarga," pungkasnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.