Jenewa, Sinata.id — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa hantavirus tidak menimbulkan risiko penularan luas dan tidak memerlukan pembatasan perjalanan internasional.
Kepala Kantor WHO Eropa, Hans Kluge, menyampaikan bahwa infeksi hantavirus umumnya berkaitan dengan paparan lingkungan, terutama melalui kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi.
“Meski dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kondisi serius, virus ini tidak mudah menular antarmanusia. Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah dan tidak ada alasan untuk panik,” ujarnya melalui platform X, Senin (4/5/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan mengenai dugaan wabah hantavirus di kapal ekspedisi MV Hondius, yang berlayar dari Ushuaia, Argentina, menuju Cape Verde.
Tiga Penumpang Dilaporkan Meninggal
Insiden tersebut menjadi perhatian setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia selama perjalanan. Selain itu, beberapa penumpang dan kru mengalami kondisi kesehatan serius.
Seorang travel blogger asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, yang berada di kapal tersebut, membagikan kondisi mencekam melalui video di media sosial.
“Saat ini kami berada dalam situasi yang sangat nyata. Kami bukan sekadar berita, tetapi manusia yang ingin merasa aman dan kembali ke rumah,” ungkapnya.
Dalam keterangannya, Rosmarin menyebutkan bahwa terdapat sekitar 149 orang di atas kapal yang kini berada dalam kondisi waspada.
Kronologi Kasus
Peristiwa bermula pada 11 April, ketika seorang pria berusia 70 tahun asal Belanda mengalami gejala mendadak berupa demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare. Ia meninggal dunia saat kapal singgah di Pulau St Helena.
Tidak lama kemudian, istrinya yang berusia 69 tahun juga meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Johannesburg. Korban ketiga merupakan warga Jerman yang meninggal di atas kapal.
Selain itu, dua kru kapal dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akut dan direncanakan untuk dievakuasi guna mendapatkan perawatan medis.
WHO Masih Lakukan Investigasi
WHO menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung, termasuk melalui pengujian laboratorium dan analisis epidemiologis. Proses pengurutan genom virus juga tengah dilakukan untuk memastikan jenis dan sumber infeksi.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan infeksi langka yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Penularan biasanya terjadi melalui udara yang terkontaminasi partikel dari urine, kotoran, atau air liur tikus.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.