Muscat, Sinata.id — Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oman secara resmi meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara Teluk ini untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi militer terbaru di kawasan Timur Tengah akibat serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Situasi yang berubah cepat ini memicu peningkatan risiko keamanan yang perlu diantisipasi secara serius oleh warga di luar negeri.
Melalui unggahan resmi di media sosial pada Sabtu, 1 Maret 2026, KBRI Muscat menyatakan seluruh WNI di Oman diminta mengikuti arahan otoritas setempat serta memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan perwakilan RI demi keselamatan bersama. Pesan ini datang di tengah laporan pembatalan sejumlah penerbangan, penutupan ruang udara, dan lonjakan ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang memengaruhi aktivitas transportasi dan mobilitas internasional.
“Kami menekankan kepada seluruh WNI di Oman untuk tetap tenang, cermat dalam memantau perkembangan situasi, serta mematuhi seluruh arahan resmi dari Pemerintah Oman dan perwakilan Indonesia di Muscat,” bunyi imbauan dari KBRI yang dikutip dari Instagram resmi perwakilan RI, Minggu (1/3/2026). Imbauan Prioritas Keselamatan KBRI Muscat juga memberikan sejumlah saran praktis kepada warga Indonesia di Oman:
Menunda perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi keamanan. Menjaga dokumen penting seperti paspor, kartu identitas, dan kartu ATM dalam kondisi aman. Menyiapkan tas darurat berisi kebutuhan esensial jika keadaan berubah mendadak. Melapor diri melalui sistem Peduli WNI Kementerian Luar Negeri untuk memudahkan komunikasi dan pendataan.
Dalam keadaan darurat, warga Indonesia di Oman juga diimbau untuk menghubungi hotline darurat KBRI melalui nomor WhatsApp +968-9600-0210 untuk memperoleh bantuan konsuler secara cepat. Situasi Lebih Luas di Kawasan Imbauan dari KBRI ini sejalan dengan respons diplomatik dan konsuler yang serupa di negara-negara tetangga seperti Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, di mana perwakilan RI juga telah berulang kali meminta WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang, dan mengikuti arahan otoritas setempat di tengah meluasnya konflik di kawasan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.