MENU
Yulius Setiarto Soroti Aspek Teknis Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke...
WA FB
Nasional

Yulius Setiarto Soroti Aspek Teknis Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza

G Editor : Gunawan Purba | 08 Feb 2026 | 18:49 WIB
Yulius Setiarto Soroti Aspek Teknis Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza
Yulius Setiarto

Surakarta, Sinata.id – Rencana Presiden Prabowo Subianto mengirim pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari misi perdamaian ke Gaza, Palestina, mendapat perhatian dari Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto.

Ia menilai, kebijakan tersebut perlu ditelaah lebih jauh, khususnya menyangkut kesiapan teknis, efektivitas penugasan, hingga dampaknya terhadap keuangan negara.

Dari Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026), Yulius mengungkapkan bahwa wacana pengiriman hingga puluhan ribu personel perlu dikaji secara rasional.

Menurutnya, karakteristik wilayah Gaza yang relatif sempit justru bisa menjadi tantangan tersendiri bila pasukan dikerahkan dalam jumlah terlalu besar.

“Pak Presiden pernah menyampaikan kemungkinan mengirim sampai 20 ribu pasukan. Padahal, luas wilayah Gaza itu tidak lebih dari Jakarta Pusat. Ini yang menurut saya perlu pendalaman teknis,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai, kompleksitas medan dan keterbatasan ruang gerak di Gaza berpotensi menyulitkan jika jumlah personel terlalu besar.

Ia pun memandang opsi pengerahan pasukan dalam skala lebih terbatas bisa menjadi pilihan yang lebih realistis dan efektif.

“Secara teknis akan sangat sulit kalau harus mendistribusikan 20 ribu pasukan. Tapi kalau jumlahnya lebih terukur, misalnya sekitar dua ribuan, itu bisa lebih efektif,” lanjut Yulius.

Tak hanya soal teknis lapangan, Yulius juga menyoroti aspek pembiayaan. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa misi internasional tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara berlebihan.

“Faktor pembiayaan juga harus diperhitungkan dengan matang agar tidak menjadi beban besar bagi negara,” katanya.

Lebih jauh, Yulius mengingatkan bahwa pemerintah masih dihadapkan pada berbagai pekerjaan rumah di dalam negeri, terutama dalam penanganan pascabencana.

Menurutnya, kepedulian terhadap isu kemanusiaan global perlu berjalan seimbang dengan tanggung jawab negara dalam melindungi dan memulihkan kondisi masyarakat di tanah air.

“Kita masih punya banyak tugas, khususnya rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana. Kepedulian pada Palestina tentu penting, tapi perhatian terhadap kondisi di dalam negeri juga tidak boleh terabaikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo berencana mengirim pasukan perdamaian TNI ke Gaza di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui jalur Yordania.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.