MENU
10 Fakta Baru Kematian Dwinanda Linchia Levi, Dari Kondisi Jenazah hin...
WA FB
News

10 Fakta Baru Kematian Dwinanda Linchia Levi, Dari Kondisi Jenazah hingga Keterlibatan AKBP Basuki

R Editor : Redaksi Sinata | 20 Nov 2025 | 20:14 WIB
10 Fakta Baru Kematian Dwinanda Linchia Levi, Dari Kondisi Jenazah hingga Keterlibatan AKBP Basuki
Dwinanda Linchia Levi. (Ist)

Sinata.id - Kasus kematian dosen muda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35), terus memunculkan fakta-fakta baru yang membuka banyak tanda tanya.

Korban ditemukan tewas tanpa busana di lantai sebuah kamar kos-hotel pada Senin pagi, 17 November 2025.

Sejumlah kejanggalan, temuan administratif, hingga posisi saksi kunci yang merupakan seorang perwira polisi berpangkat AKBP membuat kasus ini semakin menjadi sorotan publik.

Berikut rangkuman fakta-fakta penting yang kini menjadi fokus penyelidikan Polda Jawa Tengah. 1. Korban Ditemukan Telanjang dan Tergeletak di Lantai Dwinanda ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan tak lagi bernyawa di lantai samping tempat tidur kamar 210 kostel di wilayah Gajahmungkur.

Posisi tubuhnya, kondisi ruangan, dan minimnya barang-barang pribadi korban menimbulkan kecurigaan.

Mahasiswa korban menilai kondisi jenazah tidak wajar dan meminta polisi mengungkap kronologi sebenarnya. 2. Orang Pertama yang Menemukan adalah Perwira Polisi Yang pertama kali melapor adalah AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Samapta Polda Jateng, yang mengaku sedang bersama korban sejak sehari sebelumnya karena Levi “sedang sakit”.

Keterangan ini menjadi salah satu bagian paling krusial dalam penyelidikan, mengingat perwira polisi itu berada di ruangan yang sama saat korban ditemukan tewas. 3. Tercatat dalam Satu Kartu Keluarga (KK) Fakta paling mengejutkan muncul dari penyelidikan administrasi: Korban dan AKBP Basuki tercatat dalam satu KK dengan alamat yang sama di Tembalang.

Pihak keluarga dan mahasiswa mempertanyakan bagaimana seseorang yang mengaku “sekadar menolong” bisa memiliki dokumen kependudukan yang menghubungkan dirinya dengan korban. 4. Autopsi Lisan: Pecah Jantung Akibat Aktivitas Berlebihan Temuan sementara yang disampaikan secara lisan oleh dokter forensik menyebutkan korban mengalami pecah jantung yang diduga akibat aktivitas fisik berlebihan sebelum meninggal.

Namun penyidik menegaskan belum bisa menyimpulkan apa pun sampai hasil autopsi lengkap dikeluarkan secara resmi. 5. Ada Dugaan Barang Pribadi Korban Hilang Mahasiswa Untag yang mengawal kasus ini mengungkap dugaan hilangnya sejumlah barang korban.

Kekosongan barang-barang pribadi memunculkan dugaan bahwa ada upaya menghilangkan bukti. 6. Jeda Waktu Pelaporan Dinilai Tidak Wajar Keluarga korban mempertanyakan mengapa pihak kampus dan keluarga baru diberi informasi berjam-jam setelah korban ditemukan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.