MENU
21 Dapur SPPG Beroperasi, Bupati Targetkan 2025 Layani Seluruh Penerim...
WA FB
Regional

21 Dapur SPPG Beroperasi, Bupati Targetkan 2025 Layani Seluruh Penerima Manfaat

M Editor : Messi | 10 Nov 2025 | 08:42 WIB
21 Dapur SPPG Beroperasi, Bupati Targetkan 2025 Layani Seluruh Penerima Manfaat
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Hutabarat meresmikan SPPG Marsiurupan di Kecamatan Pahae Julu.

 

Taput, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut menargetkan 100 persen penerima manfaat MBG di seluruh wilayah itu dapat terlayani pada tahun 2025.

Ke depan, sasaran program juga akan diperluas tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga anak baru lahir, ibu hamil dan kelompok rentan gizi.

“Setelah mempertimbangkan eksistensi dapur SPPG yang telah beroperasi saat ini, kita menargetkan Tahun 20025 akan dapat melayani seluruh penerima manfaat,” kata Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat saat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11).

Tercatat, saat ini jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi  di wilayah Taput mencapai 21 unit dan masih fokus melayani anak-anak sekolah. Sementara itu diperkirakan, sedikitnya membutuhkan 30 hingga 35 dapur untuk dapat melayani seluruh penerima manfaat.

Bupati JTP Hutabarat menegaskan, pelaksanaan program MBG melalui dapur SPPG merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Kendati demikian menurut JTP,  sangat perlu mengutamakan kualitas makanan bergizi, bukan sekedar kuantitas, sebab asupan gizi siswa harus terpenuhi dengan baik untuk menciptakan Generasi Emas 2045.

Bupati JTP Hutabarat mengingatkan agar pengelolaan SPPG Marsiurupan serta seluruh SPPG di wilayahnya mengedepankan pemanfaatan potensi dan bahan pangan lokal.

“Saya titip pesan kepada SPPG ‘Marsiurupan’, manfaatkan dana yang akan berputar sekitar Rp30 juta per hari ini untuk membeli hasil pertanian dan bahan pangan dari masyarakat sekitar. Tidak perlu belanja dari luar Pahae. Berdayakan petani, koperasi desa dan pelaku UMKM setempat agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” imbuhnya. Keberadaan SPPG kata bupati harus memberikan dua dampak utama, yaitu pemenuhan gizi anak-anak serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar.

Dengan perputaran dana harian yang cukup besar, program ini diharapkan menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pertanian, peternakan dan perdagangan di Kecamatan Pahae Julu dan sekitarnya.

Selain menyoroti aspek ekonomi, Bupati  menekankan pentingnya kebersihan dan higienitas dapur serta makanan. Pemkab Taput pun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk membantu dan menelaah aspek higienitas di seluruh SPPG.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.