Cisarua, Sinata.id — Bencana tanah longsor yang menghantam kawasan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar. Di balik deretan rumah yang rata dengan tanah dan warga yang hilang, muncul informasi sebanyak 23 prajurit TNI diduga belum ditemukan sejak longsor menerjang kawasan tersebut.
Longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah perbukitan Bandung Barat. Material tanah dari lereng bukit meluncur deras, menghantam permukiman warga dan menutup akses utama desa. Dalam hitungan menit, kawasan yang sebelumnya ramai berubah menjadi hamparan lumpur dan puing.
Tim SAR gabungan hingga kini masih bekerja tanpa henti. Medan berat, tanah yang terus bergerak, serta cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Sejumlah titik pencarian bahkan belum bisa dijangkau alat berat karena risiko longsor susulan.
Kodam Siliwangi Masih Lakukan Verifikasi
Menanggapi kabar mengenai dugaan prajurit TNI yang ikut menjadi korban, Kodam III/Siliwangi menegaskan bahwa proses pendataan masih berlangsung. Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, menyebut pihaknya belum dapat menyampaikan kepastian sebelum seluruh data di lapangan diverifikasi.
“Kami masih menelusuri dan mencocokkan data yang ada. Informasi mengenai anggota yang diduga belum ditemukan akan kami pastikan setelah pengecekan menyeluruh,” kata Mahmuddin, dikutip Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, personel TNI sejak awal terlibat aktif dalam operasi kemanusiaan, mulai dari pencarian korban, evakuasi warga, hingga pengamanan lokasi rawan.
Operasi pencarian dilakukan secara bertahap, dengan memprioritaskan area yang diduga menjadi titik tertimbunnya korban. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan menyisir material longsor secara manual di sejumlah lokasi yang belum memungkinkan dijangkau ekskavator.
Hujan yang masih turun membuat kondisi tanah semakin labil. Aparat berkali-kali menghentikan sementara pencarian demi keselamatan tim di lapangan.
Hingga hari ini, jumlah korban masih bersifat sementara. Beberapa warga telah ditemukan dalam kondisi selamat, sementara lainnya dinyatakan meninggal dunia. Puluhan orang, termasuk yang diduga prajurit TNI, masih dalam pencarian.
Pemerintah daerah bersama unsur provinsi telah menyiapkan langkah darurat, termasuk pengungsian dan rencana relokasi warga yang tinggal di zona rawan longsor. Warga diimbau tidak kembali ke rumah masing-masing hingga kondisi dinyatakan aman.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.