Jakarta, Sinata.id - Dunia internasional dikejutkan dengan pengumuman resmi dari Havana, Kuba, pada Minggu (4/1/2026).
Pemerintah Kuba mengonfirmasi bahwa 32 warganya tewas di tengah gejolak operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Para korban diketahui merupakan personel militer dan anggota badan intelijen Kuba yang selama ini bertugas menyokong rezim Nicolas Maduro.
Kronologi Perlawanan Terakhir Dalam pernyataan emosional yang dikutip dari BBC, pemerintah Kuba melukiskan detik-detik terakhir para personelnya sebagai aksi kepahlawanan.
Pertempuran Sengit: Para tentara Kuba dilaporkan melakukan perlawanan habis-habisan saat pasukan AS merangsek masuk.
Serangan Udara: Selain pertempuran jarak dekat, jatuhnya korban jiwa juga disebabkan oleh pemboman intensif pada sejumlah fasilitas strategis.
Penangkapan Maduro: Meski ada perlawanan, Nicolas Maduro (63) bersama istrinya, Cilia Flores, berhasil diringkus di Caracas pada Sabtu (3/1/2026) dan langsung diterbangkan ke Florida, AS.
Masa Berkabung Nasional Sebagai penghormatan atas "martabat dan keberanian" para korban, Kuba menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari (5–6 Januari 2026). Bendera setengah tiang dikibarkan, sementara detail mengenai upacara pemakaman militer masih dalam proses penyusunan.
"Rekan senegara kami gugur dalam tugas suci menjaga keamanan dan pertahanan, menunjukkan loyalitas yang teguh hingga napas terakhir," bunyi pernyataan resmi Pemerintah Kuba.
Babak Baru di Pengadilan New York Pelarian panjang Maduro berakhir di sebuah pusat penahanan di New York. Sang mantan presiden dijadwalkan menghadapi meja hijau pada Senin ini untuk mempertanggungjawabkan serangkaian tuduhan berat yang telah membayanginya sejak 2020, termasuk, konspirasi narco-terorisme dan penyelundupan narkoba skala internasional.
Meskipun Maduro secara konsisten membantah keterlibatannya dalam kartel narkoba, penangkapan ini menandai titik balik paling drastis dalam peta politik Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir. Hingga kini, jumlah pasti total korban jiwa dari pihak Kuba di lokasi lain masih terus diverifikasi. []
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.