MENU
5 Kuliner Khas Sulawesi Selatan Berstatus Warisan Budaya Takbenda
WA FB
Wisata & Kuliner

5 Kuliner Khas Sulawesi Selatan Berstatus Warisan Budaya Takbenda

J Editor : Jansen Siahaan | 28 May 2026 | 10:00 WIB
5 Kuliner Khas Sulawesi Selatan Berstatus Warisan Budaya Takbenda
Ilustrasi Coto Makassar. (shutterstock)

Makassar, Sinata.id – Sulawesi Selatan tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga memiliki ragam kuliner tradisional bercita rasa khas yang telah diakui secara nasional.

Sejumlah makanan tradisional dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kuliner lokal memiliki nilai sejarah, tradisi, dan budaya yang tinggi.

Berikut lima makanan khas Sulawesi Selatan yang telah menyandang status Warisan Budaya Takbenda:

Coto Makassar

Coto Makassar menjadi salah satu kuliner khas Sulawesi Selatan pertama yang ditetapkan sebagai WBTb pada 2015.

Makanan berkuah khas ini dibuat dari rebusan daging dan jeroan sapi yang dipadukan dengan berbagai rempah tradisional atau dikenal dengan istilah “rampa patang pulo”. Kuahnya memiliki tekstur kental karena menggunakan campuran kacang tanah goreng yang dihaluskan serta air cucian beras.

Coto Makassar biasanya disajikan hangat bersama ketupat dan menjadi salah satu kuliner paling populer dari Kota Makassar.

Barongko

Barongko resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2017. Kue tradisional khas Bugis-Makassar ini dahulu dikenal sebagai hidangan khusus keluarga kerajaan dan bangsawan.

Barongko terbuat dari pisang kepok yang dihaluskan, kemudian dicampur telur, santan, dan gula pasir. Adonan dibungkus menggunakan daun pisang lalu dikukus hingga matang.

Kue ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis legit dan biasanya lebih nikmat disantap dalam kondisi dingin.

Kapurung

Kapurung merupakan makanan khas masyarakat Luwu Raya yang ditetapkan sebagai WBTb pada 2018.

Kuliner ini berbahan dasar tepung sagu yang disiram air panas hingga mengental, kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil. Kapurung disajikan bersama kuah bercita rasa asam segar dan dipadukan dengan berbagai sayuran, ikan teri, ayam, atau udang.

Kapurung dikenal sebagai salah satu makanan tradisional sehat dan kaya nutrisi dari Sulawesi Selatan.

Laha' Bete

Kabupaten Sinjai memiliki kuliner khas bernama Laha' Bete yang resmi diakui sebagai WBTb pada 2021.

Makanan ini menggunakan bahan utama ikan teri segar yang dimatangkan tanpa proses memasak menggunakan api. Ikan cukup direndam dengan perasan jeruk nipis hingga teksturnya berubah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.