MENU
68 Kepala BPBD Se-Indonesia Digembleng 12 Hari di Bogor
WA FB
News

68 Kepala BPBD Se-Indonesia Digembleng 12 Hari di Bogor

T Editor : Tigor Munthe | 05 May 2026 | 17:53 WIB
68 Kepala BPBD Se-Indonesia Digembleng 12 Hari di Bogor
Sebanyak 68 kepala pelaksana hadir menjadi peserta Kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2026). Pelatihan ini direncanakan berlangsung dari tanggal 4 sampai 16 Mei 2026. (Foto: BNPB)

Bogor, Sinata.id  – Sebanyak 68 pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari seluruh Indonesia “digembleng” dalam pelatihan intensif selama 12 hari di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk Senior Disaster Management Training (SDMT) ini resmi dibuka oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, pada Senin (4/5/2026) di Pusat Pendidikan dan Latihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB).

Dalam arahannya, Suharyanto menegaskan bahwa jabatan bukan alasan untuk berada di belakang saat bencana terjadi. Justru, para pejabat harus menjadi yang terdepan di lapangan.

“Hampir seluruh pejabat BNPB kami turunkan langsung saat penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Artinya, walaupun pejabat, harus tetap turun mendampingi masyarakat,” tegasnya.

Pelatihan ini tidak sekadar teori. Para peserta diajak belajar langsung dari pengalaman penanganan bencana yang pernah terjadi di berbagai daerah.

Suharyanto menekankan pentingnya berbagi pengalaman antar daerah sebagai bekal menghadapi situasi darurat di masa depan.

“Kita semua adalah teman seperjuangan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Selama pelatihan berlangsung dari 4 hingga 16 Mei 2026, para Kalaksa BPBD akan mendapatkan berbagai materi penting.

Mulai dari kepemimpinan saat krisis, manajemen komunikasi kebencanaan, pengelolaan logistik dan peralatan, rehabilitasi dan rekonstruksi hingga simulasi lapangan (gladi posko).

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi bencana.

Kalaksa BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menilai pelatihan ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan kemampuan dalam penanganan bencana.

“Harapannya setelah ini bisa menyusun perencanaan dan penanganan yang lebih tepat dan efektif,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Berta Meiliana. Ia menekankan pentingnya implementasi hasil pelatihan di daerah masing-masing.

“Seorang pimpinan BPBD harus tahu tata cara penanggulangan bencana yang tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

Pelatihan SDMT tahun ini merupakan gelombang ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024.

Program ini terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi berbagai ancaman bencana.

Dengan pelatihan ini, BNPB berharap para kepala pelaksana BPBD mampu menjadi garda terdepan saat bencana terjadi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.