Benar tidaknya, cerita-cerita tersebut masih menyimpan misteri dan tanda tanya.
Jumlah Korban Kapal Tenggelam
Danau Toba juga menyimpan kisah pilu. Tragedi KM Sinar Bangun pada 2018 menjadi bukti nyata.
Kapal karam di kedalaman lebih dari 400 meter, dan sebagian besar korban tidak pernah ditemukan.
Hingga kini, bangkai kapal tersebut masih menjadi misteri yang sulit dijangkau.
Jumlah korban secara pasti dari tragedi ini masih penuh misteri, karena tidak ada manifes penumpang resmi, sehingga jumlah korban masih simpang siur.
Awalnya diduga hingga 192 orang, lalu dikonfirmasi sebagai 188 di kapal, dengan 164 dinyatakan hilang dan 3 tewas ditemukan.
Apa Saja Flora dan Fauna Endemik Asli Danau Toba?
Selain misteri geologi dan mitologi, Danau Toba juga menyimpan kehidupan unik.
Dulu beberapa jenis anggrek hutan (Orchidaceae) khas Toba tumbuh di tepian dan perbukitan sekitar danau. Kini banyak hilang akibat penebangan hutan dan perambahan lahan. Beberapa spesies hanya tersisa di area konservasi tertentu.
Selain anggrek hutan, ada juga Pohon Hariara (Ficus benjamina / Beringin Batak), yang dianggap Sakral dalam budaya Batak, sering tumbuh di dekat huta (kampung). Di sekitar Danau Toba sudah jarang ditemui pohon hariara raksasa yang dulu dianggap “penjaga alam”.
Ada juga Tumbuhan Air Asli Toba seperti Hydrilla dan rumput rawa khas danau sudah berkurang drastis. Penyebab utamanya adalah masuknya spesies invasif dan pencemaran limbah keramba ikan.
Selain tumbuhan, terdapat pula Ikan Batak (Neolissochilus thienemanni) yang endemik kini terancam punah.
Sementara itu, para peneliti menduga masih banyak mikroorganisme belum terdeteksi yang hidup di ekosistem danau ini. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.