Medan, Sinata.id - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Subdit III Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut telah menggerebek markas kawanan begal di Kecamatan Medan Marelan, Medan.
Sebanyak delapan pelaku begal berhasil dibekuk dan tiga di antaranya terpaksa ditembak di bagian kaki karena melawan dan berusaha kabur ketika ditangkap.
"Kita berhasil mengamankan delapan pelaku begal saat melakukan penggerebekan markas mereka di Marelan. Tiga pelaku terpaksa kita tindakan tegas terukur," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh melalui Kasubdit Jatanras, Kompol Jama Kita Purba, Selasa (9/6/2026).
Dijelaskannya, penggerebekan markas kawanan begal di Pajak Uka Marelan itu dilakukan atas dasar aksi para tersangka yang viral di media sosial (medsos) dan laporan korbannya.
Pada 14 Mei 2026, korban Agus Riadi (32), warga Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang membuat laporan polisi (LP). Dia mengaku dibegal di Jalan Umum Hamparan Perak saat hendak mengantar tempe sekira pukul 03.45 WIB.
Korban dipepet kawanan pelaku menaiki dua sepeda motor dan lehernya ditodong senjata. Korban dipaksa berhenti dan ditendang. Setelah itu sepeda motornya dibawa kabur.
Sedangkan pada 17 Mei 2026, Dimas Agei Prastyo (23), warga Desa Klambir Lima Kebun, Hamparan Perak melaporkan pembegalan yang dialaminya di Jalan Pasar 2 Banjaran Desa Klumpang Kebun, Hamaparan Perak, Deli Serdang sekira pukul 05.00 WIB.
Ketika itu, korban berangkat hendak ke tempat kerja di KIM Mabar menaiki sepeda motor. Di tempat kejadian perkara (TKP) korban dipepet dua pelaku menaiki sepeda motor. Korban ditodong celurit dan dipaksa turun.
Meski sudah turun dan kabur, pelaku yang megang clurit sempat mengejarnya. Setelah itu, kawanan begal itu merampas sepeda motor N Max milik korban.
"Dalam aksinya, para tersangka terlebih dahulu membuntuti hingga memepet korbannya lalu diancam menggunakan benda tajam," sebut Kompol Jama Kita Purba.
Adapun para pelaku yang berhasil ditangkap, RD alias Inal (28), warga Pasar 2 Terjun Medan Marelan, berperan sebagai kapten atau otak pelaku. RD juga menentukan pencarian calon korban, membawa sepeda motor hasil kejahatan untuk dijual kepada penadah Usman.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.