Sinata.id - Menyala Pantiku! benar-benar tidak sekadar slogan. Sekuel komedi absurd ini menjelma jadi fenomena nasional yang membuat kursi bioskop panas, loket tiket ngos-ngosan, dan penonton rela antre sambil bertanya: “Ini filmnya masih tayang, kan?”
Ya, Agak Laen 2: Menyala Pantiku! kembali membuktikan bahwa komedi receh, kalau diramu serius, bisa jadi mesin penghancur rekor.
Dalam waktu 28 hari penayangan, film ini resmi menyalip Agak Laen 1—yang dulu saja sudah dianggap “anomali alam semesta perfilman Indonesia”.
Kini, anomali itu terulang. Bedanya, kali ini sambil tertawa lebih keras.
Per Kamis (25/12/2025), jumlah penonton Agak Laen 2 melampaui 9,2 juta orang.
Artinya, jutaan warga Indonesia secara sukarela masuk bioskop, duduk rapi, lalu tertawa bersama selama kurang lebih sekitar dua jam, dua jam yang diisi dialog ngawur, ekspresi absurd, dan komedi situasi yang seolah berkata: “Tenang, hidup sudah cukup berat, ketawain aja dulu.”
Menyalip Senior, Ngintip Posisi Kedua
Dengan capaian itu, Agak Laen 2 Menyala Pantiku kini sah bertengger di posisi ketiga film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Jarak dengan posisi kedua? Sekitar 800 ribuan penonton.
Jarak yang, dalam logika bioskop libur akhir tahun, artinya cuma soal berapa hari lagi.
Tak heran jika publik mulai sibuk googling: Agak Laen 2 tayang sampai kapan, Agak Laen berapa jam, sampai Agak Laen 2 nonton di bioskop mana yang masih ada kursi kosong.
Bahkan ada yang nekat datang ke bioskop hanya untuk memastikan satu hal: “Masih nyala, kan?”
Diserbu Film Besar, Tetap Bertahan
Yang bikin pencapaian ini makin satir: Agak Laen 2 melaju di tengah gempuran film-film raksasa.
Layar-layar bioskop sudah dipenuhi judul blockbuster internasional, film horor berisik, sampai komedi impor dengan aktor Hollywood.
Tapi di sela semua itu, pemain Agak Laen 2 tetap sukses menarik penonton lokal dengan modal lawakan, logat, dan kegagalan hidup yang terasa dekat.
Seolah film ini berbisik pada penonton: “Tenang, kamu bukan satu-satunya yang hidupnya agak laen.”
Nazar yang Berubah Jadi Masalah Nyata
Kesuksesan ini juga membawa konsekuensi sosial.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.