Tiga kasus geng motor dan tawuran, enam tersangka, serta barang bukti senjata tajam dan sepeda motor.
Satu kasus premanisme, satu tersangka.
“Pelaku mencuri karena tahu ada tempat untuk menjual hasil curiannya. Selama masih ada penadah, kejahatan akan terus hidup. Maka, kami tindak tegas semua botot yang menampung barang hasil kejahatan,” ujarnya.
Polisi bahkan melakukan prarekonstruksi kasus penjualan besi curian, memperlihatkan bagaimana transaksi terjadi: barang diterima, ditimbang, diberi harga, dan dibayar, tanpa ada pertanyaan soal asal-usul barang.
Wilayah Rawan Jadi Prioritas
Beberapa wilayah seperti Medan Sunggal, Medan Tembung, dan Medan Timur kini menjadi titik prioritas patroli dan operasi.
“Setiap laporan masyarakat wajib direspons cepat. Jika ada pelaku yang berani melawan petugas, menyerang, atau merusak fasilitas umum, kami tidak akan ragu bertindak tegas,” ujar Calvijn dengan nada tegas di hadapan awak media.
Konferensi pers yang berlangsung selama 35 menit itu ditutup dengan apresiasi dari Kapolrestabes kepada warga Medan yang aktif membantu kepolisian dalam memberikan laporan.
“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat. Jangan takut, jangan diam. Laporkan segera bila ada tindak pidana di sekitar Anda,” pungkasnya. [zainal/dfb]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.