Pematangsiantar, Sinata.id — Ribuan pengguna layanan AI Claude milik Anthropic melaporkan mengalami gangguan akses pada Senin (2/3/2026). Informasi ini dihimpun dari situs pemantauan Downdetector.
Startup yang didirikan mantan karyawan OpenAI, Dario Amodei, memberikan pernyataan singkat terkait kendala tersebut. Perusahaan menyebut terdapat “peningkatan kesalahan” di beberapa layanan, namun belum mengungkap penyebab utama gangguan.
Berdasarkan halaman status perusahaan, gangguan ini berdampak pada pengguna chatbot Claude serta layanan pemrograman Claude Code. Investigasi terhadap masalah tersebut mulai dilakukan pada pukul 11.49 pagi waktu London.
Anthropic juga menegaskan bahwa aplikasi pihak ketiga yang terintegrasi dengan Claude tidak terdampak gangguan.
Akses Login Bermasalah
Sejumlah pengguna melaporkan aplikasi Claude tidak dapat digunakan saat proses login. Di media sosial X, beberapa pengguna membagikan tangkapan layar yang menampilkan pesan “gangguan layanan sementara”.
Dalam pembaruan statusnya, Anthropic menyatakan bahwa API Claude masih berfungsi normal. Perusahaan mengidentifikasi masalah berada pada situs Claude.ai serta jalur login dan logout. Hingga kini, perwakilan perusahaan belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sorotan Kebijakan Penggunaan AI
Sebelumnya, Anthropic sempat menjadi perhatian setelah pejabat Pentagon disebut ingin menggunakan teknologi AI secara lebih bebas untuk kepentingan militer. Namun perusahaan menolak penggunaan alatnya untuk pengawasan warga Amerika Serikat maupun serangan otonom mematikan tanpa campur tangan manusia.
Ketegangan ini dinilai berpotensi memengaruhi bisnis Anthropic, terutama setelah pemerintahan Donald Trump dilaporkan memerintahkan lembaga federal menghentikan penggunaan perangkat lunak tersebut.
Di sisi lain, aplikasi Claude sempat menempati peringkat teratas di App Store milik Apple Inc. dalam beberapa hari terakhir. Dukungan juga datang dari sejumlah pekerja teknologi di Silicon Valley.
Sementara itu, pendiri OpenAI, Sam Altman, mengumumkan perusahaannya menandatangani kesepakatan dengan Pentagon hanya beberapa jam setelah perintah tersebut muncul. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.