MENU
Akademisi Kritik Pelantikan Kadisdik Pematangsiantar, Nilai Jabatan Pe...
WA FB
Pematangsiantar

Akademisi Kritik Pelantikan Kadisdik Pematangsiantar, Nilai Jabatan Pendidikan Butuh Kompetensi Khusus

J Editor : Jansen Siahaan | 12 Jun 2026 | 13:26 WIB
Akademisi Kritik Pelantikan Kadisdik Pematangsiantar, Nilai Jabatan Pendidikan Butuh Kompetensi Khusus
Syaiful Rizal yang sebelumnya menjabat Sekretaris Disdukcapil dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Pelantikan Syaiful Rizal sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pematangsiantar mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Jabatan strategis yang berperan dalam menentukan arah pembangunan pendidikan daerah dinilai seharusnya diisi oleh pejabat yang memiliki kompetensi dan latar belakang yang relevan dengan dunia pendidikan.

Direktur Eksekutif CERUDER, Robert Tua Siregar, Ph.D., menilai pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pada umumnya memang didasarkan pada kualifikasi aparatur sipil negara (ASN), rekam jejak manajerial, serta hasil seleksi terbuka. Namun, menurutnya terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memerlukan pertimbangan khusus karena memiliki karakteristik spesifik, seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

“Secara umum, pengisian JPT berorientasi pada kualifikasi ASN, rekam jejak manajerial, dan hasil seleksi terbuka. Akan tetapi, untuk OPD yang memiliki karakteristik khusus seperti pendidikan dan kesehatan, idealnya pejabat yang menduduki jabatan tersebut memiliki latar belakang yang sesuai dengan bidangnya,” ujar Robert, Jumat (12/6/2026).

Ketua Pusat Kajian IPTEK Bina Ruang Universitas Prima Indonesia (UNPRI) itu menegaskan bahwa pengelolaan Dinas Pendidikan (Disdik) tidak hanya membutuhkan kemampuan manajerial, tetapi juga pemahaman yang mendalam mengenai substansi dan dinamika dunia pendidikan.

“Manajemen pendidikan berkaitan langsung dengan peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, selain kemampuan manajerial, dibutuhkan pula pemahaman yang kuat terhadap persoalan dan kebutuhan sektor pendidikan,” katanya.

Robert juga menyoroti rekomendasi yang sebelumnya telah disampaikan Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar mengenai pentingnya penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan latar belakang yang relevan.

“Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar sebelumnya telah memberikan rekomendasi terkait hal ini. Namun, hasil akhirnya berbeda. Pertanyaannya, apakah dalam proses seleksi tidak terdapat peserta yang memiliki latar belakang pendidikan?” ujarnya.

Menurut Robert, tata kelola pendidikan berisiko tidak berjalan optimal apabila hanya mengandalkan kemampuan administrasi dan manajemen tanpa disertai pemahaman yang memadai terhadap substansi pendidikan.

“Sangat disayangkan apabila pengelolaan Disdik hanya bertumpu pada kemampuan manajerial tanpa memahami secara utuh substansi bidang yang dipimpin. Saat ini, Kadisdik bukan berasal dari kalangan pendidik, seperti guru atau kepala sekolah. Tentu diperlukan proses adaptasi yang tidak singkat,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.