Seseorang tidak bisa dipaksa dekat dengan orang lain. Masing-masing ada chemistrynya. Jika persaudaraan dalam Islam adalah kewajiban, maka kedekatan adalah pilihan. Semakin banyak kesamaan akan semakin besar kemungkinan untuk dekat. Bila ada dua orang bertemu, sama-sama suka diskusi dan kritis, teguh pada prinsip kehormatan dan kejujuran, tanpa didekati akan dekat secara alami. Termasuk faktor kedekatan usia. Sesama anak muda sebaya akan mudah akrab. Jarang kita temui anak muda dua puluh tahun teman akrabnya kakek-kakek tujuh puluh tahun. Terlalu banyak perbedaan.
Begitu pula pamangus dengan pamangus, pemancing dengan pemancing, kontraktor dengan kontraktor, jiwa pendidik dengan pendidik, akan mudah dekat dan saling bertautan. Sulit membayangkan orang jujur bisa dekat dengan penipu ulung. Bahkan mungkin mustahil terjadi. Akan terasa ketidaknyamanan di dalam jiwa. Hati akan berjauhan. Seperti kutub magnet yang berlawanan.
Berbeda halnya jika hanya berteman biasa. Karena sebagian orang ada yang mudah masuk ke semua orang, gampang bergaul. Kita bisa baca sejarah nabi, bisa dekat dengan anak kecil, adiknya Anas bin Malik, akrab dengan anak-anak muda, juga para orang tua dan lansia. Semua miliki kesan sama, merasa dekat dengan nabi. Jika huruf, maka ibarat huruf “alif”, ya’laf wa yu’laf, menghimpun dan dihimpun. Huruf yang paling banyak digunakan dalam bahasa arab. Huruf yang masuk ke semua huruf lain dalam kata. Sebab itu ia disebut “alif”. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.