Tanda peringatan lain muncul ketika seseorang meyakini dirinya memiliki hubungan khusus dengan chatbot, yang berpotensi memperparah isolasi sosial.
Dalam sejumlah kasus ekstrem, ketergantungan terhadap AI bahkan dikaitkan dengan kematian anak muda.
Salah satu kasus yang disorot adalah seorang remaja berusia 14 tahun di Florida, Amerika Serikat, yang meninggal dunia setelah menjalin hubungan intens dengan chatbot berbasis role-playing.
Keluarga korban kemudian mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan pengembang chatbot tersebut, dengan tudingan bahwa teknologi itu mendorong perilaku melukai diri sendiri.
Para ahli menilai, tanpa pengawasan dan pemahaman yang memadai, penggunaan AI sebagai pengganti relasi manusia berisiko menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mental generasi muda. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.