Kontras dengan kenyataan pahit tersebut, gaya hidup anak-anak elite politik yang bergelimang kemewahan menciptakan jurang kepercayaan antara rakyat dan pemerintah.
“Kemarahan terhadap ‘nepo kids’ mencerminkan frustrasi generasi muda terhadap privilese politik dan korupsi yang merajalela,” kata Yog Raj Lamichhane, akademisi dari Universitas Pokhara, dikutip Sinata.id pada Rabu (10/9/2025).
Para demonstran kini menuntut pembentukan komisi investigasi independen untuk menelusuri sumber kekayaan keluarga pejabat. Selain itu, muncul desakan agar dibentuk pemerintahan transisi yang melibatkan tokoh-tokoh muda dengan kredibilitas publik.
Balendra Shah, Wali Kota Kathmandu yang populer di kalangan anak muda, bahkan menyebut aksi ini sebagai “gerakan murni Gen Z” yang menolak ketidakadilan struktural. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.