Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th
Kebangkitan menyentuh inti dari iman Kristiani. Baik kebangkitan Yesus Kristus maupun kebangkitan orang percaya di masa depan merupakan titik balik dalam sejarah manusia.
Berikut penjelasan mengenai apa yang terjadi setelah kebangkitan berdasarkan alur Alkitab:
Kemenangan Mutlak atas Maut
Setelah kebangkitan, maut tidak lagi memiliki kuasa. Kebangkitan membuktikan bahwa dosa telah dibayar lunas dan hukuman kekal telah dikalahkan.
Firman Tuhan: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:54-55)
Tubuh yang Diubahkan (Tubuh Kemuliaan)
Bagi orang percaya, kebangkitan berarti perubahan dari tubuh yang fana (dapat rusak, sakit, dan mati) menjadi tubuh yang baka (kekal dan mulia), sama seperti tubuh kebangkitan Kristus.
Karakteristik tubuh baru: tidak dapat binasa, penuh kemuliaan, dan bersifat rohani.
Firman Tuhan: “Demikianlah juga halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan.” (1 Korintus 15:42-43)
Penghakiman Terakhir
Setelah kebangkitan orang mati, Alkitab mencatat adanya masa penghakiman. Ini adalah saat setiap orang mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan takhta Allah.
Dua jenis kitab: Kitab kehidupan (untuk orang percaya) dan kitab-kitab perbuatan.
Firman Tuhan: “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab... Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.” (Wahyu 20:12)
Langit dan Bumi yang Baru
Puncak dari segala sesuatu setelah kebangkitan dan penghakiman adalah pemulihan total seluruh alam semesta. Tuhan tidak hanya menyelamatkan jiwa manusia, tetapi juga memperbarui tempat kediaman umat-Nya.
Kondisi di sana: tidak ada lagi air mata, maut, perkabungan, maupun ratap tangis.
Firman Tuhan: “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru... Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:1, 4)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.