Pertanyaan Perenungan 1. Siapakah yang paling mengetahui isi hati Allah? (ayat 10) 2. Siapakah yang paling mengenal diri kita? (ayat 11) 3. Apa arti menjadi manusia duniawi? (ayat 14) 4. Mengapa manusia duniawi tidak bisa menerima hal-hal dari Roh Allah? (ayat 14) 5. Apa maksud Paulus dalam ayat 15–16 tentang manusia rohani?
Mari kita renungkan kembali hidup kita. Tuhan tidak memanggil kita hanya untuk sekadar menjadi orang percaya yang berhenti bertumbuh. Ia rindu kita menjadi manusia rohani—hidup dipimpin Roh Kudus, memiliki pikiran Kristus, dan semakin serupa dengan-Nya.
“Marilah kita meninggalkan hidup yang duniawi dan bertumbuh menjadi manusia rohani, supaya setiap hari kita berjalan dalam pimpinan Roh Kudus dan memiliki pikiran Kristus.
1 Korintus 2:16 (TB). Selamat bersaat teduh, Tuhan Yesus memberkati.(A27).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.