Presiden Gabriel Boric juga mengecam langkah AS itu sebagai tindakan “arbitrary dan tidak berdasar,” tegas Boric saat menghadapi wartawan dari Rapa Nui, seraya menegaskan bahwa pemerintahannya tidak pernah terlibat dalam tindakan yang berpotensi merusak stabilitas regional.
Ketegangan Mencuat di Tengah Transisi Politik Chili
Diplomatik ini terjadi di tengah periode transisi pemerintahan di Chili, dengan pejabat baru José Antonio Kast dijadwalkan menggantikan Boric pada 11 Maret mendatang. Beberapa analis diplomatik menilai tindakan AS bukan hanya bergerak atas dasar keamanan semata, tetapi juga dipandang sebagai sinyal politik menjelang pemerintahan baru yang lebih dekat secara ideologis dengan Washington.
Langkah ini berpotensi memperumit hubungan bilateral AS–Chili, mengingat Chili adalah satu-satunya negara di kawasan yang menikmati pengecualian visa untuk perjalanan ke AS bagi warganya. Tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya, tindakan itu kini menjadi sorotan tajam dunia diplomatik. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.