MENU
AS Gencarkan Tekanan ke Kuba, Ancam Hentikan Minyak dan Dana
WA FB
Berita

AS Gencarkan Tekanan ke Kuba, Ancam Hentikan Minyak dan Dana

T Editor : Tumpal Pandapotan | 25 Jan 2026 | 01:22 WIB
AS Gencarkan Tekanan ke Kuba, Ancam Hentikan Minyak dan Dana
Kuba

Pejabat tersebut kembali menegaskan bahwa Kuba seharusnya segera membuat kesepakatan sebelum situasi memburuk.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan kepentingan nasional Washington adalah mendorong Kuba diperintah secara demokratis serta mencegah akses kekuatan militer dan intelijen yang dianggap bermusuhan ke pulau tersebut.

Sejumlah pejabat menyebut Trump lebih memilih strategi tekanan yang tetap membuka ruang negosiasi, ketimbang pendekatan perubahan rezim secara langsung.

Meski demikian, para sekutu Trump menilai runtuhnya pemerintahan Komunis Kuba hanya soal waktu, seraya mengingatkan potensi ketidakstabilan yang dapat menyertainya.

Di sisi lain, pemerintah Kuba menegaskan sikap menolak tekanan AS. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan negaranya tidak akan tunduk pada paksaan atau intimidasi.

"Tidak ada penyerahan atau kapitulasi yang mungkin terjadi, maupun bentuk pemahaman apa pun yang didasarkan pada paksaan atau intimidasi," ujar Diaz-Canel dalam upacara peringatan bagi personel Kuba yang tewas saat melindungi Maduro.

Sementara itu, kondisi kehidupan di Havana dilaporkan semakin sulit. Pemadaman listrik yang kian sering dan kelangkaan bahan bakar membuat jalan-jalan ibu kota sepi pada malam hari.

Dalam keheningan tersebut, suara warga memukul panci dari dalam rumah terdengar sesekali sebagai bentuk protes anonim.

"Anda tidak bisa tahu siapa yang melakukannya. Mereka tidak berteriak atau mengatakan apa pun. Hanya suara panci yang dipukul," kata Rodolfo Jimenez, seorang pensiunan yang telah tinggal di jalan yang sama di Havana sepanjang hidupnya. "Mereka hanya melakukannya pada malam hari. Orang-orang takut dilaporkan." (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.