Washington DC, Sinata.id - Situasi politik Iran kembali memanas setelah muncul klaim dari pemerintah Amerika Serikat bahwa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami luka serius akibat serangan militer terbaru dalam konflik yang melibatkan Washington dan Tel Aviv.
Pernyataan tersebut menambah spekulasi tentang kondisi kesehatan tokoh yang baru saja mengambil alih kepemimpinan Iran setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam gelombang serangan udara yang menghantam Teheran pada akhir Februari lalu.
Dalam pernyataan resmi pemerintah Amerika yang dikutip Jumat (13/3/2026), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut pemimpin Iran itu terluka serius setelah rentetan serangan terhadap target strategis di Iran.
Ia bahkan menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei “terluka dan kemungkinan mengalami cacat permanen.”
Pernyataan tersebut muncul setelah hampir dua minggu operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah fasilitas militer, pusat komando, hingga lokasi yang berkaitan dengan kepemimpinan Iran.
Washington menilai kondisi Khamenei yang tidak pernah muncul secara langsung di publik sejak konflik pecah menjadi indikasi bahwa luka yang dialaminya cukup berat.
Sejumlah laporan media internasional bahkan menyebut kondisi Khamenei kemungkinan lebih parah dari yang diakui secara resmi.
Beberapa sumber menyebut pemimpin Iran itu sempat dirawat intensif setelah mengalami cedera pada bagian kaki, tangan, dan tubuh akibat serangan udara yang menghancurkan kompleks kediaman keluarganya di Teheran.
Laporan lain yang beredar di media Barat juga menyebut ia kemungkinan kehilangan salah satu kaki dan mengalami kerusakan organ dalam, meski informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Spekulasi semakin menguat karena hingga kini Mojtaba Khamenei belum pernah tampil langsung di depan publik sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Iran Membantah Kondisi Kritis
Di tengah derasnya rumor, sejumlah pejabat Iran berusaha meredam spekulasi tersebut.
Seorang penasihat pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, menyatakan bahwa pemimpin tertinggi negaranya dalam kondisi aman dan tidak mengalami luka berat seperti yang diberitakan.
“Saya mendengar kabar bahwa beliau terluka, tetapi saya mendapat informasi bahwa beliau dalam keadaan aman dan sehat,” katanya dalam pernyataan yang dikutip media internasional.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.