MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Atalya Ratu Berdarah: Ambisi Kekuasaan yang Mengguncang Garis Keturuna...
WA FB
Religi

Atalya Ratu Berdarah: Ambisi Kekuasaan yang Mengguncang Garis Keturunan Daud ( Bagian ke-2)

F Editor : Ferry SP Sinamo | 04 Jun 2026 | 06:00 WIB
Atalya Ratu Berdarah: Ambisi Kekuasaan yang Mengguncang Garis Keturunan Daud ( Bagian ke-2)
Pdt Manser Sagala, M.Th.

Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.

Kehidupan Atalya (Athaliah) adalah salah satu kisah paling kelam sekaligus dramatis dalam sejarah kerajaan Israel dan Yehuda. Ia adalah satu-satunya wanita yang pernah merebut takhta dan memerintah Kerajaan Yehuda (kerajaan selatan). Kisah lengkapnya dicatat dalam 2 Raja-raja 11 dan 2 Tawarikh 22-23.

Mari kita bedah perjalanan hidup Atalya berdasarkan Firman Tuhan, dari asal-usulnya hingga akhir hidupnya yang tragis.

​1. Asal-usul dan Latar Belakang Keluarga

​Atalya tumbuh di lingkungan yang penuh dengan penyembahan berhala. Ia adalah putri dari Raja Ahab dan Erzebal (Jezebel) dari Kerajaan Israel Utara (beberapa ayat menyebutnya "cucu Omri", pendiri dinasti Ahab).

​2 Tawarikh 22:3 "Iapun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang fasik." ​Pernikahan Atalya dengan Yoram, Raja Yehuda, sebenarnya adalah pernikahan politik untuk mendamaikan Kerajaan Utara (Israel) dan Selatan (Yehuda). Namun, pernikahan ini justru membawa pengaruh buruk ibunya (Erzebal) masuk ke dalam bait suci di Yerusalem, termasuk penyembahan dewa Baal.

2. Pengaruh Buruk terhadap Suami dan Anaknya

​Sebagai istri dan kemudian ibu suri, Atalya menjadi "dalang" di balik rusaknya kerohanian kerajaan Yehuda.

​Mempengaruhi Suaminya (Yoram): Yoram hidup fasik mengikuti kelakuan raja-raja Israel karena pengaruh Atalya (2 Raja-raja 8:18). ​Mempengaruhi Anaknya (Ahazia): Ketika Yoram mati dan Ahazia naik takhta, Atalya menjadi penasihat utama yang mengarahkan anaknya untuk berbuat jahat. ​Ketika Ahazia baru memerintah selama satu tahun, ia tewas dibunuh oleh Yehu (yang diutus Tuhan untuk memusnahkan keluarga Ahab).

​3. Ambisi Berdarah: Membantai Keturunan Daud

​Mendengar kabar kematian anaknya, bukannya berkabung, Atalya justru melihat kesempatan untuk merebut kekuasaan tertinggi. Agar posisinya aman, ia melakukan tindakan yang sangat kejam: membantai semua cucunya sendiri (semua keturunan raja/garis keturunan Daud) yang berhak atas takhta.

​2 Raja-raja 11:1 "Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja." ​Tindakan Atalya ini bukan sekadar perebutan kekuasaan biasa, melainkan ancaman langsung terhadap janji Allah tentang Mesias yang harus lahir dari garis keturunan Daud.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.