MENU
Atalya Ratu Berdarah dalam Alkitab: Kisah Kekejaman, Pembantaian Kelua...
WA FB
Religi

Atalya Ratu Berdarah dalam Alkitab: Kisah Kekejaman, Pembantaian Keluarga Raja, dan Kejatuhannya

B Editor : Brian Nicholson | 03 Jun 2026 | 05:00 WIB
Atalya Ratu Berdarah dalam Alkitab: Kisah Kekejaman, Pembantaian Keluarga Raja, dan Kejatuhannya
Pdt Manser Sagala,M.Th.

Oleh : Pdt Manser Sagala, M Th.

Atalya (atau Athaliah dalam bahasa Ibrani: עֲתַלְיָה - ’Atalyāh) adalah salah satu figur paling kelam sekaligus dramatis dalam sejarah Alkitab. Ia dikenal sebagai satu-satunya perempuan yang pernah merebut takhta dan memerintah sebagai ratu di Kerajaan Yehuda (sekitar tahun 841–835 SM).

Gelar "Ratu Berdarah" melekat padanya karena kekejamannya yang tega membantai seluruh keluarga raja, termasuk cucu-cucunya sendiri demi mengamankan kekuasaan.

​Berikut adalah penjelasan mengenai arti nama, latar belakang, dan kisah Atalya berdasarkan Firman Tuhan (Alkitab):

1. Arti Nama Atalya

​Secara ironis, arti nama Atalya dalam bahasa Ibrani sebenarnya sangat indah, yaitu "Tuhan (Yahweh) itu Agung" atau "Tuhan Telah Menindas/Ditinggikan".

​Namun, kehidupan Atalya sama sekali tidak mencerminkan namanya. Bukannya mengagungkan Yahweh, ia justru menjadi promotor utama penyembahan dewa Baal di Kerajaan Yehuda.

2. Silsilah dan Latar Belakang

Atalya adalah putri dari Raja Ahab dan Ratu Izebel dari Kerajaan Utara (Israel).

Ia dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan penyembahan berhala (Baal dan Asyera) serta kekejaman politik. ​Ia menikah dengan Yehoram, Raja Yehuda (Kerajaan Selatan), sebagai bagian dari aliansi politik antara Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda. Melalui pernikahan inilah, pengaruh penyembahan berhala yang dibawa ibunya (Izebel) mulai meracuni Kerajaan Yehuda.

3. Kisah Kekejaman dan Masa Pemerintahan (Firman Tuhan)

Kisah lengkap mengenai Atalya dicatat dalam 2 Raja-raja 11 dan 2 Tawarikh 22:10 - 23:21.

​A. Pembantaian Keluarga Raja

​Ketika anak Atalya, Raja Ahazia, tewas dibunuh oleh Yehu (yang sedang menghancurkan keluarga Ahab), Atalya melihat kesempatan untuk merebut kekuasaan mutlak. Alih-alih berduka atas kematian anaknya, ia justru membantai seluruh keturunan raja Yehuda.

​"Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja." 2 Raja-raja 11:1

​B. Penyelamatan Yoas (Pemeliharaan Tuhan)

​Atalya mengira ia telah menghabisi semua penerus takhta Daud. Namun, Tuhan tidak membiarkan janji-Nya gagal. Yoseba (saudara perempuan Ahazia) menyelamatkan seorang bayi laki-laki bernama Yoas, anak Ahazia yang masih bayi, dan menyembunyikannya di Bait Allah selama 6 tahun.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.