Labusel, Sinata.id – Kinerja jajaran Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) pada awal 2026 menunjukkan tren positif.
Dalam dua bulan pertama, angka kriminalitas tercatat menurun, sementara pengungkapan kasus narkotika justru meningkat signifikan.
Capaian tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Labusel, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kotapinang–Gunung Tua, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang. Paparan disampaikan Wakapolres Kompol Moch. Guntur Pryantoko mewakili Kapolres AKBP Aditya S.P. Sembiring, Minggu (1/3/2026).
Di bidang reserse kriminal, jumlah tindak pidana (crime total) pada Februari 2026 turun lima kasus atau sekitar 8,33 persen dibandingkan Januari. Meski penyelesaian perkara (crime clearance) juga menurun sebanyak 13 kasus, kepolisian menilai situasi kamtibmas secara umum tetap terkendali. Kejahatan konvensional seperti pencurian dan penganiayaan turut menurun sebanyak tujuh kasus atau 12,07 persen.
“Penurunan ini merupakan hasil peningkatan patroli dan respons cepat terhadap laporan masyarakat,” ujar Kompol Guntur di hadapan awak media.
Di sisi lain, pemberantasan narkoba menjadi fokus utama. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, Satuan Reserse Narkoba berhasil membongkar 23 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dari jumlah tersebut, 21 kasus telah dinyatakan selesai.
Sebanyak 28 tersangka diamankan dengan barang bukti sabu seberat 73,76 gram dan ganja 28,14 gram. Untuk pil ekstasi, tidak ditemukan pada periode ini.
Menurut Wakapolres, capaian tersebut menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menekan peredaran narkoba yang dinilai mengancam generasi muda.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika di wilayah hukum ini,” tegasnya.
Data Satuan Lalu Lintas menunjukkan dinamika berbeda. Pada Januari 2026 tercatat tujuh kecelakaan lalu lintas dengan dua korban meninggal dunia, dua luka berat, dan 15 luka ringan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp76,2 juta. Sementara pada Februari, jumlah kejadian meningkat menjadi 13 kasus.
Namun, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka berat dan ringan. Kerugian materiil tercatat sebesar Rp37,2 juta.
Tingginya mobilitas kendaraan di Jalinsum yang melintasi wilayah Labusel disebut menjadi tantangan tersendiri.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap tertib dan berhati-hati, mengingat volume kendaraan, terutama truk, cukup tinggi,” tambah Kompol Guntur.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.