Pematangsiantar, Sinata.id – Selain sahur, niat menjadi syarat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Niat puasa dilakukan sebagai bentuk kesadaran dan ketetapan hari untuk berpuasa karena Allah SWT, bukan sekadar menahan lapar dan haus.
Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, mulai sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Niat ini menjadi pembeda antara ibadah puasa dengan aktivitas menahan diri biasa.
Meski sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan, sahur bukan syarat sah puasa. Hal terpenting adalah niat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Berikut merupakan bacaan doa yang dianjurkan untuk niat puasa Ramadhan:
1. Niat Puasa Ramadhan Esok Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”
2. Niat Puasa Ramadhan untuk Satu Bulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami‘i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta‘ala.”
Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan
Melansir dari NU Online, waktu yang tepat untuk membaca niat puasa Ramadhan agar sah adalah dikerjakan di malam hari. Niat puasa Ramadhan di malam hari ini merujuk pada Mazhab Syafi’i.
“Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’, Juz II).
Perbedaan Pandangan Niat Puasa Ramadhan
Niat puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Memasuki Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026, umat Islam kembali bersiap menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.