Teheran, Sinata.id - Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (Badan Energi Atom Dunia), Rafael Grossi, menyatakan badan pengawas nuklir PBB itu belum menemukan bukti bahwa Iran sedang memproduksi senjata nuklir. Pernyataan disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer dan kebuntuan diplomatik terkait program nuklir Teheran.
Dalam keterangan yang disampaikan Selasa malam, Grossi menjelaskan bahwa Iran memang memiliki cadangan uranium yang diperkaya dalam jumlah signifikan, termasuk pada tingkat yang mendekati ambang kemampuan senjata.
Namun, menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat bukti konkret mengenai adanya aktivitas pengembangan bom nuklir.
Baca: Waspada Dampak Konflik Israel–Iran, DPR Desak Pemerintah Siaga
Ia menambahkan, sejumlah isu terkait program nuklir Iran masih belum terselesaikan. Salah satu perhatian utama IAEA adalah keterbatasan akses yang diberikan Teheran kepada para inspektur internasional.
Menurut Grossi, tanpa kerja sama penuh dan transparansi dari otoritas Iran, badan tersebut tidak dapat memberikan jaminan bahwa seluruh aktivitas nuklir negara itu bersifat damai.
Pernyataan ini muncul setelah serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Teheran, menyusul ketegangan berkepanjangan akibat negosiasi nuklir yang tidak mencapai kesepakatan.
Sehari sebelum eskalasi konflik, Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, menyatakan bahwa Iran pada prinsipnya bersedia untuk tidak menyimpan uranium yang telah diperkaya sebagai bagian dari proposal diplomatik yang tengah dibahas.
Usulan itu, menurutnya, mencakup pelepasan material yang telah diperkaya serta penerapan mekanisme verifikasi untuk memastikan tidak ada penimbunan bahan bakar nuklir. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.