Ia juga mengingatkan bahwa pertimbangan harga murah tidak serta-merta berarti efisien dalam jangka panjang. Aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan perawatan perlu diperhitungkan secara matang.
“Efisiensi tidak hanya dilihat dari harga awal, tetapi juga dari dampak ekonominya bagi industri nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Said menekankan bahwa penggunaan APBN dengan skema multi years seharusnya memberikan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri. Karena itu, ia meminta agar rencana impor mobil niaga tersebut tidak hanya dievaluasi, melainkan dibatalkan.
“Sangat disayangkan jika dana APBN dibelanjakan tanpa memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional. Rencana ini sebaiknya dihentikan,” tutupnya. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.