MENU
Bangkitlah dari Kematian Rohani: Hidup Sempurna di Hadapan Tuhan
WA FB
Religi

Bangkitlah dari Kematian Rohani: Hidup Sempurna di Hadapan Tuhan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 02 Nov 2025 | 04:25 WIB
Bangkitlah dari Kematian Rohani: Hidup Sempurna di Hadapan Tuhan
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

  Oleh: Pdt Mis.Ev. Daniel Pardede, SH.MH Dalam renungan “Sarapan Pagi Kristen” yang disiarkan melalui YouTube Prison Hospital Crusade – Daniel Pardede Ministry, diambil dari Wahyu 3:1–6, Tuhan Yesus menegur jemaat di Sardis:

“Barang siapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.”

Pesan kepada jemaat di Sardis ini menggambarkan keadaan banyak orang Kristen yang terlihat hidup secara lahiriah, tetapi mati secara rohani. Ada tiga hal penting yang dapat direnungkan dari bagian ini:

1. Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati. 2. Tidak satu pun pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku; 3. Engkau telah mendengar Firman itu, turutilah dan bertobatlah.

1. Hidup Tetapi Mati

Rasul Paulus mengingatkan dalam 1 Timotius 5:6,

“Tetapi seorang janda yang hidupnya mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.”

Banyak orang di dunia ini tampak hidup—aktif, sukses, dan populer—namun secara rohani mereka mati. Mereka hidup tanpa takut akan Tuhan, kehilangan arah, dan tidak lagi memiliki hubungan pribadi dengan Sang Pencipta. Inilah yang disebut “mayat hidup”: tubuhnya bergerak, tetapi rohnya kering.

2. Pekerjaan yang Tidak Sempurna di Hadapan Allah

Tuhan berkata, “Tidak satu pun pekerjaanmu Aku dapati sempurna.” Yang dimaksud bukan soal kualitas teknis, melainkan kualitas rohani dari setiap pekerjaan — apakah pekerjaan itu memuliakan Tuhan atau justru menjauhkan kita dari-Nya.

Belajarlah dari cara Tuhan bekerja dalam penciptaan dunia. Setiap kali Allah menyelesaikan ciptaan-Nya, Ia melihat bahwa semuanya “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31).

Pekerjaan yang sempurna adalah pekerjaan yang dilakukan dengan hati yang takut akan Tuhan dan menghasilkan kebaikan bagi sesama.

3. Turutilah dan Bertobatlah

Yesus berkata, “Turutilah itu dan bertobatlah.” Artinya, kembalilah kepada jalan Tuhan, tinggalkan pekerjaan yang jahat dan tidak memuliakan nama-Nya. Jangan lagi terlibat dalam narkoba, perjudian, perdagangan manusia, korupsi, dan penipuan. Semua bentuk kejahatan yang menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi harus ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.