Bangunan iman yang kokoh hanya lahir dari hidup yang selalu datang, mendengar, dan melakukan firman Kristus.
Jangan biarkan berkat membuat kita tinggi hati dan melupakan Tuhan. Justru dalam setiap kelimpahan maupun kekurangan, kita harus semakin merendahkan diri di hadapan Kristus.
Hanya dengan menggali sampai bertemu Batu Karang (Kristus), kita akan memiliki rumah iman yang kokoh, tidak goyah, dan tahan badai. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.