MENU
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Dua Kampung...
WA FB
News

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Dua Kampung Tertimbun, 82 Warga Masih Hilang

R Editor : Redaksi Sinata | 25 Jan 2026 | 23:01 WIB
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Dua Kampung Tertimbun, 82 Warga Masih Hilang
Banjir bandang dan longsor menerjang Cisarua, Bandung Barat. Dua kampung tertimbun, 8 warga tewas dan 82 orang masih dalam pencarian tim SAR. (Ist)

Cisarua, Sinata.id - Derasnya hujan yang mengguyur kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan warga. Dalam hitungan menit, banjir bandang disertai longsor besar meluncur dari lereng perbukitan dan menelan dua kampung padat penduduk, menyisakan puing, lumpur, dan duka mendalam.

Peristiwa tragis itu terjadi pada dini hari, saat sebagian besar warga masih berada di dalam rumah. Arus material longsor yang terdiri dari tanah, batu, dan kayu menghantam permukiman di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasir Kuda, membuat sejumlah rumah rata dengan tanah dan terkubur nyaris tanpa sisa.

Hingga pencarian hari ini, delapan warga ditemukan meninggal dunia, sementara 82 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor. Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu di tengah medan yang sangat berbahaya.

“Total ada 113 warga yang terdampak langsung. Sebanyak 23 orang berhasil menyelamatkan diri, delapan ditemukan meninggal dunia, dan sisanya masih dalam proses pencarian,” ujar Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, dikutip Minggu (25/1/2026).

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga setempat terus bekerja menyisir area longsoran. Alat berat dikerahkan secara terbatas karena kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi longsor susulan.

Pencarian korban dilakukan dengan metode manual hingga bantuan anjing pelacak (K9), mengingat ketebalan material longsor yang mencapai beberapa meter. Namun cuaca yang masih diguyur hujan ringan menjadi tantangan serius bagi keselamatan petugas.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengungkapkan bahwa sebagian besar rumah warga tertutup total oleh timbunan tanah, sehingga proses evakuasi memerlukan kehati-hatian ekstra.

“Struktur tanah di lokasi ini sangat rapuh. Kami tidak bisa memaksakan penggunaan alat berat karena keselamatan tim menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Sementara itu, puluhan warga yang selamat kini mengungsi di posko darurat. Mereka kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda. Pemerintah daerah memastikan distribusi logistik, layanan kesehatan, serta pendampingan psikologis terus diberikan kepada para pengungsi. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.