MENU
Bantaran Rel Tembung Jadi Arena \"Kucing-Kucingan\" Bandar Sabu dengan...
WA FB
News

Bantaran Rel Tembung Jadi Arena \"Kucing-Kucingan\" Bandar Sabu dengan Polisi

R Editor : Redaksi Sinata | 19 Dec 2025 | 17:23 WIB
Bantaran Rel Tembung Jadi Arena \"Kucing-Kucingan\" Bandar Sabu dengan Polisi
Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek sarang narkoba di bantaran rel Tembung, mengamankan dua pengedar sabu, menyita drone, bong, dan uang tunai, serta memusnahkan barak narkoba. (Ist)

Sinata.id - Bantaran rel kereta api kawasan Pancasila, Tembung, kembali kehilangan identitasnya. Alih-alih menjadi jalur transportasi atau ruang lalu lintas warga, bantaran rel Tembung justru menjelma panggung kejar-kejaran senyap antara bandar narkoba dan aparat penegak hukum, kali ini dengan akhir cerita berbeda. Polisi tiba lebih dulu, dan pelaku tak punya waktu untuk menghilang.

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menggerebek lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik panas peredaran sabu, Kamis (18/12/2025).

Hasilnya, dua pria dewasa berinisial SH (48) dan MT (37) digiring petugas setelah diduga menjalankan peran sebagai pengedar di kawasan tersebut.

Barang bukti yang diamankan pun tak sekadar paket sabu siap edar dan alat isap.

Polisi turut menyita uang tunai hasil transaksi serta satu unit drone, yang diduga dijadikan “mata di udara” untuk mengintai pergerakan polisi.

Teknologi naik kelas, tapi bisnis haram tetap di tempat.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, menjelaskan bahwa penggunaan drone menjadi pola baru yang mulai dimainkan jaringan narkoba di wilayah tersebut.

Alat itu diperkirakan dipakai untuk mendeteksi razia dan patroli sebelum petugas tiba di lokasi.

“Wilayah Tembung kami tetapkan sebagai fokus pengawasan karena tingkat kerawanannya tinggi. Dalam sepekan terakhir, kami sudah tiga kali melakukan penindakan di titik yang sama dan selalu ada pelaku yang diamankan,” ujar Kompol Rafli, Jumat (19/12/2025).

Tak berhenti pada penangkapan, polisi juga mengambil langkah tegas dengan membongkar dan memusnahkan tiga barak narkoba yang berdiri di lokasi.

Barak-barak itu dibakar agar tidak kembali difungsikan sebagai lapak transaksi, sekaligus mengirim pesan tegas bahwa tempat ini bukan zona nyaman bagi jaringan narkotika.

“Tempat-tempat seperti ini sengaja kami hancurkan supaya tidak dipakai ulang. Termasuk temuan drone, ini menunjukkan pelaku makin berani dan makin kreatif, tapi hukum tetap satu langkah di depan,” tegasnya.

Kompol Rafli juga mengungkap bahwa dalam operasi-operasi sebelumnya, petugas sempat menghadapi perlawanan dari sejumlah oknum, termasuk aksi pelemparan batu ke arah aparat. Ia memastikan, tindakan semacam itu tak akan ditoleransi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.