MENU
Barang Berharga Milik Anti Puspita Sari Diduga Dibawa Kabur Pria Miste...
WA FB
News

Barang Berharga Milik Anti Puspita Sari Diduga Dibawa Kabur Pria Misterius

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Oct 2025 | 19:33 WIB
Barang Berharga Milik Anti Puspita Sari Diduga Dibawa Kabur Pria Misterius
Polisi mengungkap dugaan pembunuhan, pencurian barang berharga, dan kekerasan seksual dalam satu kasus Anti Puspita Sari. (Ist)

Sinata.id – Polisi mengungkap dugaan pembunuhan Anti Puspita Sari (22) yang ditemukan tewas di hotel Lendosis, Palembang. Selain mencermati kasus pembunuhan polisi juga mengindikasi adanya jejak pencurian, dan kekerasan seksual dalam kasus tersebut. Sementara barang berharga penting lainnya berupa sepeda motor dan ponsel milik korban masih hilang.

Kasus tewasnya Anti Puspitasari di sebuah hotel di Palembang, kini memasuki babak baru. Polisi mengungkap adanya dugaan tindak pidana berlapis yang tidak hanya sebatas pembunuhan, tetapi juga pencurian dan kemungkinan kekerasan seksual.

“Kami menduga ada peristiwa lain selain pembunuhan, yakni pencurian. Hal ini terlihat dari hilangnya sepeda motor korban,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Harryo Sugihhartono, Senin (13/10/2025).

Tidak hanya motor, pihak kepolisian juga masih memburu ponsel korban yang hingga kini belum ditemukan. Barang tersebut diyakini menyimpan petunjuk penting untuk melacak jejak pelaku.

“Saat ini kami juga masih mencari ponsel korban. Dimungkinkan dibawa terduga pelaku untuk menghilangkan jejak,” tambah Harryo.

Hilangnya kedua barang ini memperkuat dugaan bahwa kasus ini tidak hanya sebatas pembunuhan. Polisi menduga ada rangkaian tindak kekerasan hingga korban kehilangan nyawa.

Hasil visum forensik menunjukkan adanya kekerasan fisik yang dialami Anti. Di antaranya, pukulan di pipi dan perut, sumpalan di mulut, serta tangan terikat menggunakan kerudung korban.

“Kesimpulan sementara, kasus ini melibatkan pembunuhan, penganiayaan dengan kekerasan, dan pencurian di mana barang bukti berupa ponsel dan sepeda motor korban hilang. Ada juga indikasi pemerkosaan yang terlihat dari luka di beberapa organ vital korban berdasarkan visum,” jelas Harryo.

Polisi telah memeriksa lima saksi terkait kasus ini, termasuk suami korban dan dua resepsionis hotel. Salah satu saksi adalah rekan korban yang juga bekerja sebagai penjual pulsa, yang sempat berkomunikasi dengan Anti pada hari kejadian.

“Ada lima saksi yang kami periksa. Termasuk satu saksi yang masih kami dalami. Kami menemukan bahwa pada hari kejadian, Jumat (10/10) sekitar pukul 17.00 WIB, korban sempat berkomunikasi dengan rekannya. Semoga ini bisa membuka tabir peristiwa yang sebenarnya,” ujar Harryo.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.